Momen mudik dan lebaran sering kali membuat lebih banyak pengeluaran lebih banyak jika tidak direncanakan secara matang. Financial Educator, Aliyah Natasha, menekankan untuk lebih bijak dalam melakukan perencanaan keuangan. Ia membagi makna bijak perencanaan keuangan menjadi tiga, yaitu menyadari posisi keuangan, budgeting (penganggaran), dan menentukan goals (tujuan).
Langkah pertama yang penting adalah memahami posisi keuangan untuk mengetahui standar hidup yang sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Namun, ia menyoroti satu tantangan budaya yang cukup sulit dihindari, yaitu masalah boundaries atau batasan.
Baca Juga: Blibli Tiket Action Hadirkan Langkah Membumi Ecogroud 2025
“Di Indonesia, yang paling susah adalah boundaries. Padahal, kalau kita saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, kita akan mengetahui bahwa uang adalah pemilik yang menghasilkannya,” ungkapnya dalam konferensi pers tiket. com di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Setelah mengetahui posisi keuangan, langkah penting berikutnya adalah menyusun anggaran dan menentukan goals. Dengan mengetahui budget dan goals, akan lebih mudah untuk memilah yang harus menjadi prioritas
“Karena semuanya tidak bisa dilakukan dalam satu waktu. Ada musimnya masing-masing yang tidak bisa kita paksakan,” jelasnya.
Aliyah mengungkap bahwa perencanaan keuangan akan memberikan lebih banyak benefit. Dengan perencanaan, maka alokasi akan lebih jelas, arus kas (cash flow) lebih stabil, pembelian tiket lebih terkontrol, dan ekstra cash untuk menabung. Sebaliknya, tanpa perencanaan, terjebak pada pengeluaran ekstra seperti tiket mahal dan pembelian impulsif.
“Jadi penting untuk merencanakan, tetapi tetap fleksibel. Dengan perencanaan keuangan, kita bisa punya uang yang lebih besar dan fleksibel. Seni dari perencanaan keuangan adalah mempersiapkan agar menabung secara maksimal. Kamu bisa menabung lebih banyak jika mengatur waktu lebih baik,” tuturnya.
Ia juga menyarankan pentingnya memiliki arus kas tahunan untuk memetakan pengeluaran selama setahun. Tanpa adanya perencanaan anggaran, maka uang yang didapatkan mungkin akan habis sia-sia.
Alokasi Ideal THR
Untuk memaksimalkan dana ekstra seperti THR, Aliyah membagikan alokasi yang bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
1. kewajiban dan ibadah (20%): Utamakan untuk membayar zakat dan sedekah.
2. Silaturahmi dan transportasi (30%): Alokasikan untuk biaya transportasi, biaya akomodasi, dan kebutuhan mudik.
3. Konsumsi dan keluarga (20%): Alokasikan untuk hidangan, baju, dan bingkisan (hampers).
4. Tabungan dan investasi (30%): Alokasikan sebagian THR untuk investasi masa depan.