3. Tunjukkan inisiatif, jangan hanya menunggu tugas
Salah satu cara terbaik agar tetap diingat adalah menjadi pribadi yang proaktif.
Jangan hanya menyelesaikan pekerjaan yang diberikan, tetapi cobalah menawarkan ide-ide baru, memberikan solusi ketika tim menghadapi kendala, atau mengambil tanggung jawab tambahan yang dapat membantu pekerjaan berjalan lebih baik.
Karyawan yang berinisiatif umumnya dipandang sebagai individu yang memiliki kepemimpinan, peduli terhadap keberhasilan tim, dan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Kesan seperti inilah yang membuat keberadaan Anda tetap menonjol meski bekerja dari lokasi yang berbeda.
4. Sampaikan progres pekerjaan secara berkala
Jangan berasumsi bahwa atasan selalu mengetahui semua hal yang telah Anda kerjakan. Di level manajerial, mereka biasanya menangani banyak orang dan berbagai proyek sekaligus sehingga tidak selalu bisa memantau kontribusi setiap anggota tim secara detail.
Karena itu, biasakan memberikan pembaruan mengenai pekerjaan yang sedang dikerjakan, target yang telah dicapai, maupun rencana berikutnya. Laporan singkat dan konsisten akan membantu atasan memahami kontribusi Anda tanpa harus terus-menerus bertanya.
Langkah sederhana ini juga menunjukkan bahwa Anda bertanggung jawab, transparan, dan mampu mengelola pekerjaan secara mandiri.
Nah Growthmates, pada akhirnya, bekerja dari rumah bukanlah penghalang untuk membangun reputasi yang baik di tempat kerja.
Dengan komunikasi yang konsisten, sikap proaktif, serta kemampuan menunjukkan hasil kerja secara jelas, Anda tetap bisa menjadi karyawan yang dipercaya dan dihargai oleh atasan, di mana pun lokasi Anda bekerja.
Baca Juga: 5 Dampak Buruk WFH yang Memengaruhi Kesehatan Mental