Seiring persaingan teknologi kendaraan hybrid yang semakin ketat di pasar global, jarak tempuh yang dapat diandalkan menjadi salah satu faktor utama dalam menilai kepraktisan sebuah SUV hybrid. Berkat pengujian di 16 negara di kawasan Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, JAECOO J7 SHS-P menunjukkan performa jarak jauh yang relevan untuk berbagai kondisi berkendara sehari-hari, mulai dari penggunaan di perkotaan hingga perjalanan jarak jauh lintas negara.

“Begitupun bagi konsumen di Indonesia, kendaraan hybrid tidak hanya harus efisien, tetapi juga fleksibel untuk berbagai kebutuhan berkendara, mulai dari aktivitas harian di kota hingga perjalanan jarak jauh antarkota. Pendekatan inilah yang kami bawa melalui J7 SHS-P (P = Plug-in Hybrid Electric Vehicle)," ujar Business Unit Director, JAECOO Indonesia, Jim Ma, dikutip Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: Tips Liburan Akhir Pekan dengan Mobil PHEV

Dengan jarak tempuh komprehensif hingga 1.200 km berdasarkan standar WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure), J7 SHS-P mencatatkan capaian jarak tempuh yang kompetitif di segmen SUV hybrid di kelasnya. J7 SHS-P mencatatkan jarak tempuh hingga 1.353 km dalam pengujian di Inggris, 1.294 km pada kondisi suhu tinggi di Afrika Selatan, serta mencapai 1.427,5 km dalam pengujian jarak jauh di kawasan Asia Tenggara. Capaian tersebut bahkan meningkat hingga 1.613,1 km dalam pengujian jarak jauh di Meksiko, menunjukkan konsistensi efisiensi J7 SHS-P di beragam iklim dan karakter jalan.

Data tersebut diperoleh dari berbagai kondisi berkendara, seperti penggunaan harian, kemacetan perkotaan, perjalanan di jalan tol, tanjakan berkelanjutan, serta perbedaan suhu ekstrem, bukan dari lintasan uji tertutup. Di balik hasil tersebut, terdapat keunggulan sistematis SHS Super Hybrid System, yang merupakan hasil kerja sinergis antara mesin hybrid khusus dengan efisiensi termal 44,5 persen, transmisi hybrid dengan efisiensi transmisi EV puncak hingga 98,5 persen, motor listrik berperforma tinggi 150 kW/310 Nm, serta sistem manajemen energi yang cerdas.

Kemampuan berkendara listrik murni J7 SHS-P hingga 90 km mendukung aktivitas sehari-hari di area perkotaan. Sementara untuk perjalanan jarak jauh dan antarkota, konsumsi bahan bakar dalam mode jarak jauh berada di kisaran 6 liter per 100 km, menawarkan efisiensi biaya operasional dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.

"Pengujian ketahanan di 16 negara tidak hanya mengkonfirmasi jarak tempuh dan performa, tetapi juga menunjukkan kelayakan serta kestabilan teknologi SHS Super Hybrid untuk digunakan secara global sebagai solusi kendaraan energi baru. Seiring meningkatnya perhatian terhadap mobilitas ramah lingkungan, J7 SHS-P membangun nilai baru di segmen hybrid melalui konsumsi energi yang lebih efisien, jarak tempuh yang lebih panjang, tenaga yang tetap kuat, serta kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi," pungkas Jim Ma.