PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama dengan operating company Telkom Group menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan nilai mencapai Rp1,3 miliar (di luar dukungan konektivitas) bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan disalurkan secara bertahap dan terkoordinasi ke lebih dari 10 wilayah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Sejak penyaluran bantuan pertama, Telkom Group bersinergi dengan Danantara, BP BUMN, BNPB, BPBD setempat, Kementerian Kesehatan, serta berbagai pihak terkait untuk memetakan kebutuhan masyarakat, cakupan wilayah, serta skema penyaluran yang tepat, sehingga dukungan dapat diberikan secara terukur dan tepat sasaran.

SGM Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa kehadiran Telkom Group dalam situasi bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalankan aktivitasnya.

"Telkom Group berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi darurat dan bencana. Bantuan yang kami salurkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Peduli Korban Gempa, PERURI Salurkan Bantuan Logistik ke NTT

"Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT dan menjadi bagian dari proses pemulihan mereka. Dalam penyaluran bantuan ini, Telkom Group terus berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak terkait untuk memahami kebutuhan masyarakat di lapangan dan mengidentifikasi dukungan yang dapat diberikan Telkom Group secara tepat dan optimal," kata Hery.

Melalui Posko BNPB Halim, Telkom Group menyalurkan bantuan pada 18 dan 20 Agustus 2026 yang mencakup paket sembako, logistik rumah tangga, perlengkapan bayi dan anak, obat-obatan, serta kebutuhan kebersihan. Dari kedua tahap tersebut, secara keseluruhan sebanyak 3,65 ton bantuan telah didistribusikan dan dimanfaatkan masyarakat terutama di titik-titik pengungsian.

Dukungan kemudian diperluas ke sejumlah wilayah antara lain Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere, Bima, Lewur, dan Lambelada Selatan. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD setempat dan posko pengungsian untuk memastikan bantuan dapat menyesuaikan kebutuhan di lapangan. 

Sementara untuk menjangkau masyarakat di wilayah terisolir seperti Londar Pesisir Utara, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, TelkomGroup turut menyalurkan bantuan melalui BPBD Ruteng via jalur laut.

Selain bantuan logistik, Telkom Group juga memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian melalui dukungan dapur umum, layanan kesehatan, dan penyediaan air bersih. Di Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Telkom Group mendukung operasional dapur umum bagi sekitar 1.100 jiwa, serta posko kesehatan dan obat-obatan di Desa Golo Mendo. 

Sementara di Desa Wudi, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Telkom mendukung operasional dapur umum sekaligus suplai air bersih yang menjadi kebutuhan utama. Untuk memperkuat layanan kesehatan, Telkom Group juga menyiapkan bantuan melalui Kementerian Kesehatan berupa alat laboratorium dan unit sanitasi portable yang didistribusikan pada 27 Agustus 2026.

Bagi Telkom Group, dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi berlanjut seiring kebutuhan masyarakat memasuki fase pemulihan.

Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Telkom Group terus mengarahkan dukungan pada kebutuhan yang relevan di lapangan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap layanan kesehatan dan operasional dapur umum.

Sejalan dengan semangat "Bersama Jadi Bisa", Telkom Group akan terus hadir mendampingi masyarakat NTT dalam proses pemulihan pascabencana. Lebih dari sekadar bantuan dalam situasi darurat, langkah ini menjadi bagian dari upaya Telkom Group untuk menguatkan semangat, menumbuhkan optimisme, dan menjaga harapan masyarakat NTT di tengah proses pemulihan pascabencana.