Sebanyak 45% masyarakat Indonesia mengaku masih mampu bertahan lebih dari enam bulan tanpa penghasilan. Temuan ini menunjukkan adanya sebagian kelompok yang sudah memiliki bantalan keuangan cukup kuat untuk menghadapi kondisi darurat.

Namun demikian, studi Sun Life Asia Financial Resilience Index 2026 juga mengindikasikan bahwa ketahanan finansial masyarakat belum merata. Di sisi lain, masih terdapat kelompok yang rentan terhadap tekanan ekonomi dan hanya memiliki ruang bertahan yang terbatas ketika kehilangan sumber pendapatan.

Baca Juga: Hanya 14% Masyarakat Indonesia yang Merasa Sangat Aman Secara Finansial, Sisanya?

Studi yang melibatkan 1.000 responden di seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan pada kelompok masyarakat dengan ketahanan finansial tinggi, kesenjangan antar kelompok ekonomi masih cukup terlihat.

President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo menilai kemampuan bertahan finansial tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan, tetapi juga pada kesiapan perencanaan keuangan jangka panjang.

Baca Juga: Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi, 23% Warga Indonesia Gunakan Tabungan untuk Kebutuhan Harian

“Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial. Perencanaan yang baik membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang mungkin muncul,” ujarnya.

Selain itu, studi ini juga mencatat bahwa kelompok masyarakat dengan perencanaan keuangan yang baik cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Temuan ini menegaskan bahwa ketahanan finansial tidak hanya ditentukan oleh kondisi saat ini, tetapi juga oleh kebiasaan mengelola dan merencanakan keuangan secara berkelanjutan.