Mulai dari membiarkan terlalu banyak tab browser terbuka, asal menyetujui penggunaan cookie, hingga mengabaikan pembaruan browser, sejumlah kebiasaan ini dapat membuka celah bagi pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi atau mengambil alih akun.

  1. Membiarkan puluhan tab browser terbuka selama berhari-hari

Banyak orang memiliki kebiasaan membuka link saat browsing, lalu membiarkan tab-tab tersebut tetap terbuka selama berhari-hari tanpa menutupnya dengan benar. Seiring waktu, browser pun dipenuhi puluhan tab yang aktif.

Padahal, kebiasaan ini bukan cuma membuat browser terasa lebih berat. Beberapa tab yang tetap aktif dapat menjalankan pelacak, memuat iklan, atau mengambil data di latar belakang tanpa disadari. Semakin banyak tab yang terbuka, semakin besar pula potensi risiko keamanan dan privasi yang bisa muncul. 

Menutup tab yang sudah tidak digunakan mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan ini dapat membantu mengurangi paparan terhadap ancaman digital. Browser seperti Opera yang telah dilengkapi fitur pengelolaan tab dan perlindungan privasi juga dapat membantu pengguna tetap aman saat berselancar di internet. 

Baca Juga: Ancaman Siber Berbasis AI Meningkat, Keamanan Digital Jadi Kunci Ekonomi

  1. Asal Klik “Terima Semua” pada Pop-up Cookie 

Saat mengunjungi sebuah situs web, kamu pasti sering menjumpai pop-up yang meminta izin penggunaan cookie. Karena ingin cepat mengakses halaman yang dituju, banyak orang langsung mengklik tombol "Terima Semua" tanpa membaca atau memeriksa pengaturannya terlebih dahulu.

Padahal, tidak semua cookie berfungsi untuk kebutuhan teknis situs. Sebagian di antaranya digunakan untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai situs web guna mengumpulkan data tentang kebiasaan dan minat mereka. 

Informasi ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk menampilkan iklan yang sangat tertarget. Dalam beberapa kasus, data tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat modus penipuan atau phishing yang terasa lebih meyakinkan karena disesuaikan dengan aktivitas online korbannya. 

Karena itu, penting untuk lebih cermat saat memberikan izin penggunaan cookie. Jika tersedia, luangkan waktu untuk meninjau pengaturan privasi dan menolak cookie yang tidak diperlukan. Menggunakan browser dengan fitur perlindungan privasi bawaan seperti Opera, yang sudah dilengkapi pemblokir iklan dan pelacak, juga dapat membantu mengurangi pengumpulan data yang tidak diinginkan saat berselancar di internet.