T Lautan Luas Tbk. (IDX: LTLS), perusahaan penyedia bahan baku dan solusi terintegrasi di Indonesia, menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan Greenvolt Power Indonesia. Dengan kolaborasi tersebut, Lautan Luas menjajaki pengembangan pemanfaatan energi surya dalam skala grup sebagai bagian dari transisi energi jangka panjang perusahaan. Inisiatif strategis ini menjadi bagian dari evolusi perusahaan sebagai Integrated Ingredients and Solutions Provider.
Berlandaskan visi perusahaan "A Better World Through What We Do", langkah ini mempertegas komitmen Lautan Luas dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi pelanggan, masyarakat, dan generasi mendatang. Dengan memanfaatkan energi bersih dalam skala yang lebih luas, perusahaan berupaya memperkuat ketahanan operasional di tengah tantangan pasokan energi, mengelola risiko kenaikan biaya energi, serta menjawab tuntutan keberlanjutan dari pelanggan dan mitra industri global.
Baca Juga: Rumah Hemat Energi Kian Diminati, Inovasi Peralatan Ramah Lingkungan Jadi Pilihan Baru
"Momentum 75 tahun menjadi landasan transformasi Lautan Luas dari implementasi PLTS di tingkat anak usaha menuju pendekatan yang lebih terintegrasi untuk membantu kami mengoptimalkan pemanfaatan energi di seluruh operasional, sekaligus memperkuat efisiensi, ketahanan bisnis, dan daya saing jangka panjang. Kolaborasi dengan Greenvolt Power Indonesia akan membantu kami mewujudkan inisiatif ini secara lebih efektif dan terencana, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Presiden Direktur PT Lautan Luas Tbk, Indrawan Masrin, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan HoA tersebut, Greenvolt Power Indonesia akan mendukung implementasi peta jalan energi surya Lautan Luas melalui penyediaan kajian teknis dan komersial, pengembangan proyek beserta skema pembiayaannya, pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan jangka panjang, serta penyediaan data kinerja untuk pelaporan ESG. Dukungan tersebut memungkinkan Lautan Luas menerapkan solusi energi terbarukan di berbagai anak perusahaan secara lebih terintegrasi, konsisten, dan mudah diperluas di berbagai fasilitas perusahaan lainnya.
Setelah seluruh tahapan implementasi selesai, inisiatif berskala grup di delapan fasilitas Luas di Jabodetabek dan Jawa Timur, termasuk kantor pusat dan fasilitas manufaktur ini diproyeksikan menghasilkan sekitar 1.780.508,6 kWh energi bersih setiap tahun. Implementasi tersebut juga diperkirakan dapat mengurangi emisi yang berasal dari konsumsi listrik hingga sekitar 1.454,7 ton CO₂e per tahun. Pencapaian ini sekaligus mendukung target dalam Sustainability Roadmap Lautan Luas 2022–2031.
Melalui skema investasi yang ditawarkan Greenvolt Power Indonesia, Lautan Luas dapat mengadopsi solusi energi terbarukan tanpa memerlukan investasi awal. Hal ini memungkinkan perusahaan menjaga fleksibilitas penggunaan modal sembari tetap mempercepat proses transisi energi. Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap, dengan fase pertama mulai pada 2026 dan fase kedua pada 2027, sesuai dengan persetujuan regulator.
Country Director Greenvolt Power Indonesia, Adam Salter, menyampaikan, "Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi dengan Lautan Luas di momen penting perjalanan keberlanjutan mereka. Bagi grup industri berskala besar, adopsi energi terbarukan membutuhkan solusi yang mampu mengakomodasi berbagai perbedaan kebutuhan teknis, operasional, dan komersial yang berbeda di setiap fasilitas. Pengalaman kami dalam berbagai proyek energi terbarukan di berbagai negara, dipadukan dengan pemahaman terhadap karakteristik sektor energi di Indonesia, memungkinkan kami mendukung Lautan Luas mengintegrasikan energi bersih ke dalam operasionalnya sekaligus memperkuat efisiensi dan ketahanan bisnis jangka panjang."
Rencana kerja sama ini melanjutkan implementasi proyek PLTS yang telah dikembangkan oleh Greenvolt Power Indonesia, sebelumnya bernama Emerging Solar Indonesia, di dua anak usaha Lautan Luas, yakni PT Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga, pada 2025. Usai penandatanganan HoA, kedua perusahaan segera memulai fase kajian teknis di fasilitas Lautan Luas.