Dulu, tabir surya atau sunscreen sering dianggap sebagai produk musiman yang hanya digunakan saat liburan ke pantai, piknik musim panas, atau berenang.
Namun, kulit tidak mengenal musim. Baik saat terik matahari, cuaca mendung, maupun ketika beraktivitas di dalam ruangan, paparan sinar UV tetap terjadi dan dapat memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan kulit.
Paparan sinar matahari yang berlangsung terus-menerus, ditambah polusi dan panas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dapat memicu pigmentasi, warna kulit tidak merata, kulit kusam, hingga tanda-tanda penuaan dini.
Kerusakan ini tidak muncul secara instan, melainkan terakumulasi sedikit demi sedikit setiap hari.
Meski manfaatnya sudah banyak diketahui, tantangan terbesar dalam penggunaan tabir surya adalah konsistensi. Banyak orang merasa SPF terlalu berat, membuat kulit berminyak, menggumpal di bawah riasan, atau sekadar menjadi langkah tambahan dalam rutinitas yang sudah padat.
Karena itu, tren terbaru dalam perawatan kulit berfokus pada membuat SPF lebih praktis dan nyaman digunakan setiap hari.
Menurut Sanika Sarna, Pendiri Ounce Organics, SPF kini bukan lagi sekadar kebutuhan saat musim panas, melainkan bagian penting dari kebiasaan menjaga kesehatan kulit setiap hari.
“SPF bukan lagi sekadar kebutuhan musim panas, tetapi kebiasaan kesehatan kulit harian. Baik di dalam maupun luar ruangan, bahkan saat cuaca berawan, kulit tetap terpapar sinar UV yang dapat mempercepat pigmentasi, penuaan dini, dan kerusakan skin barrier. Di negara dengan paparan panas, polusi, dan sinar matahari yang tinggi, tabir surya menjadi salah satu langkah terpenting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” tuturnya, sebagaimana Olenka kutip dari laman Times of India, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Dermatologis Ungkap Pentingnya Memilih Sunscreen dengan SPF yang Tepat, Seperti Apa?