Untuk membangun kemampuan tersebut, kata dia, Kalbe Farma menerapkan program bulanan yang memberikan kesempatan kepada anggota tim keuangan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus menjelaskan pekerjaan masing-masing.

“Di tempat Kalbe, kita bikin yang namanya matrix. Jadi sesama keuangan, sesama bercerita. Dikumpulkan setiap bulan,” ujar Vidjongtius.

Vidjongtius bilang, kegiatan tersebut menjadi sarana latihan agar anggota tim keuangan terbiasa menyampaikan informasi dan gagasan secara lisan.

Dengan demikian, mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam mengolah angka dan menyusun laporan, tetapi juga mampu mengomunikasikan hasil pekerjaannya.

“Supaya apa? Dilatih untuk bercerita. Jangan cuma pintar membuat laporan, tapi dia juga pintar bercerita,” tuturnya.

Vidjongtius menambahkan, kemampuan komunikasi dan storytelling juga merupakan keterampilan yang terus ia pelajari.

Ia pun mengaku masih terus berlatih untuk menjadi presenter dan storyteller yang mampu menyampaikan informasi secara baik sekaligus menarik.

“Nah, saya sendiri juga sama. Saya belajar. Belajar untuk menjadi presenter. Belajar untuk menjadi storyteller yang baik, yang menarik,” katanya.

Vidjongtius meyakini, kemampuan tersebut akan berkembang apabila terus dilatih dan dilakukan secara konsisten.

Seiring waktu, kata dia, kebiasaan untuk berkomunikasi dan bercerita mengenai pekerjaan dapat menjadi bagian dari keseharian seorang profesional di bidang keuangan.

“Sehingga nanti lambat laun itu akan menjadi kebiasaan-kebiasaan yang baik,” pungkas Vidjongtius.

Baca Juga: Cara Menghadapi Krisis Bisnis ala Vidjongtius