Belakangan ini, mengelola keuangan rumah tangga rasanya menjadi tantangan yang semakin berat. Jika kamu merasa uang bulanan cepat habis atau tabungan sulit bertambah, kamu tidak sendirian.
Studi terbaru bertajuk Financial Resilience Index 2026 yang diluncurkan oleh Sun Life Indonesia bersama Genpop baru-baru ini menunjukkan fakta yang cukup mencengangkan, sebanyak 80% masyarakat Indonesia nyata-nyata merasakan tekanan berat akibat meroketnya biaya hidup.
Studi yang melibatkan 1.000 responden di seluruh Indonesia ini merekam realitas bahwa bantalan keuangan keluarga kita masih sangat terbatas. Hanya 14% orang yang merasa benar-benar aman secara finansial, dan hampir separuh masyarakat (48%) mengaku tidak punya rencana keuangan jangka panjang. Alhasil, fokus utama mayoritas masyarakat saat ini adalah bagaimana caranya bertahan hidup dan memprioritaskan pengeluaran sehari-hari untuk jangka pendek.
Lalu, bagaimana cara menyiasati badai ekonomi ini agar keuanganmu tidak ikutan karam? Yuk, simak poin-poin penting dari hasil studi Sun Life berikut ini:
1. Literasi Keuangan
Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, literasi keuangan atau kemelekan finansial terbukti menjadi faktor pembeda yang paling besar. Orang yang paham cara mengelola uang mencatat skor kepercayaan diri finansial 53 poin lebih tinggi dan tiga kali lebih siap menghadapi lonjakan harga barang.
Membiasakan diri membuat perencanaan jangka panjang juga membawa dampak luar biasa. Sebanyak 78% orang yang punya rencana keuangan mengaku siap menghadapi keadaan darurat finansial, berbanding terbalik dengan mereka yang tidak punya rencana, di mana hanya 13% saja yang merasa siap. Jadi, kunci utamanya adalah kemampuanmu dalam mengevaluasi pilihan, memilah prioritas pengeluaran, dan konsisten menabung.
Baca Juga: 7 Tips Cara Menabung untuk Membeli Rumah
2. Tren "Smart-Consumer": Manfaatkan AI untuk Atur Uang
Hal unik yang tercatat dalam studi tahun 2026 ini adalah tingginya adopsi teknologi di Indonesia. Penasaran bagaimana anak muda zaman sekarang belajar mengatur budget? Jawabannya adalah lewat kecerdasan artifisial (AI).
Sebanyak 68% responden di Indonesia mengaku sudah aktif menggunakan Generative AI untuk mencari informasi, membandingkan produk tabungan, hingga meminta panduan mengelola keuangan sehari-hari secara praktis. Angka ini bahkan menempatkan Indonesia di jajaran terdepan dalam adopsi AI finansial di kawasan Asia. Namun ingat, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu; kamu tetap butuh pemahaman dasar yang kuat agar bisa menyaring informasi dari AI secara kritis.