Pemeriksaan pertama adalah USG untuk melihat kondisi organ reproduksi dan mendeteksi kemungkinan adanya gangguan seperti kista, miom, atau kelainan lainnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjalani pemeriksaan HSG (Hysterosalpingografi) untuk mengetahui apakah saluran tuba falopi terbuka atau mengalami sumbatan.
"Minimal ada dua pemeriksaan. Yang pertama USG untuk melihat ada atau tidak masalah pada organ reproduksi. Yang kedua, menurut saya wajib kalau ingin mengetahui peluang hamil, yaitu pemeriksaan HSG atau Hysterosalpingografi," kata dr. Indra.
Meski hasil pemeriksaan pada suami dan istri menunjukkan kondisi yang baik, bukan berarti kehamilan pasti langsung terjadi. Menurut dr. Indra, kondisi seperti ini cukup sering ditemui dalam praktik sehari-hari.
Dalam banyak kasus, pasangan tidak selalu membutuhkan tindakan medis yang rumit. Sebaliknya, perubahan gaya hidup justru menjadi langkah yang sangat penting untuk meningkatkan peluang kehamilan.
"Sering kali pemeriksaan suami dan istri sama-sama bagus, tetapi belum juga mendapatkan keturunan. Kondisi seperti ini sering terjadi. Sebenarnya mereka tidak butuh yang aneh-aneh. Yang dibutuhkan adalah hidup sehat dan terutama menghindari stres," tutup dr. Indra.
Baca Juga: Masih Bisakah Hamil Setelah Didiagnosis Kanker Endometrium? Ini Kata Dokter