Siapa di sini yang suka banget makan terong? Sayuran yang satu ini sering jadi pelengkap lauk makan siang, apalagi jika diolah menjadi terong balado dengan cita rasa pedas yang menggugah selera. Terong bukan sekadar lezat untuk disantap, tapi sayuran ini juga mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi tubuh lho, Growthmates!
Terong merupakan sayuran rendah karbohidrat dan kaya nutrisi yang dapat membantu pengelolaan berat badan dan kesehatan jantung. Antioksidannya, seperti antosianin, membantu melindungi jantung, sementara kandungan kalorinya yang rendah mendukung penurunan berat badan.
Berikut telah Olenka rangkum dari laman Health, Sabtu (24/10/2026), untuk mengetahui lebih lanjut manfaat terong bagi kesehatan tubuh.
Baca Juga: Dari Buah Beri hingga Bawang Putih, Ini 7 Buah dan Sayuran Terbaik untuk Kesehatan Jantung
-
Bantu Menurunkan Berat Badan
Terong dapat membantu mengelola berat badan karena termasuk sayuran rendah karbohidrat dan kalori.
Dalam satu cangkir terong mentah yang dipotong dadu, terdapat sekitar 20,5 kalori dan kurang dari 5 gram karbohidrat. Kandungan tersebut membuat terong cocok menjadi pilihan makanan dalam pola makan seimbang untuk menjaga berat badan.
Selain itu, terong mengandung serat yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, konsumsi terong dapat mendukung pengelolaan berat badan, terutama jika diimbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik secara rutin.
-
Mengandung Beragam Nutrisi
Terong menawarkan beberapa mineral dan vitamin penting, termasuk Mangan yang sangat penting untuk pemecahan karbohidrat, kolesterol, dan glukosa (gula).
Selain itu, mangan juga membantu pembentukan tulang dan mendukung fungsi kekebalan tubuh.
Selain itu, kandungan asam folat di dalamnya juga membantu dalam produksi DNA dan sel darah merah. Selain itu, asam folat juga membantu mencegah cacat lahir selama kehamilan.
Terong juga mengandung Kalium, elektrolit yang membantu fungsi jantung, otot, dan saraf.
Baca Juga: Jangan Dimakan Mentah! 5 Sayuran Ini Justru Lebih Bernutrisi Setelah Dimasak
-
Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Terong dapat membantu melindungi dari penyakit jantung. Antosianin Pigmen yang memberi warna ungu pada terong membantu mencegah oksidasi kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL).
Kolesterol LDL yang tinggi dapat menyebabkan pengerasan arteri. Efek samping ini dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
-
Mengendalikan Gula Darah
Terong termasuk sayuran non-pati yang memiliki indeks glikemik rendah, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tidak meningkat terlalu cepat. Sayuran ini bisa menjadi pilihan makanan bagi penderita diabetes sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Selain itu, kandungan serat dalam terong membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Dengan begitu, konsumsi terong dapat mendukung pengendalian kadar gula darah dan membantu mengurangi risiko lonjakan gula setelah makan.
Baca Juga: 5 Jenis Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dibeli dalam Bentuk Kalengan, Kenapa Ya?
-
Melindungi Kesehatan Otak
Terong mengandung nasunin, yaitu antioksidan yang berpotensi melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif dan peradangan. Senyawa ini juga dikaitkan dengan perlindungan sel saraf serta dukungan terhadap aliran darah dan komunikasi antarsel saraf di otak.
Kandungan tersebut membuat terong berpotensi mendukung kesehatan otak dan membantu melindungi sel saraf dari kerusakan. Namun, manfaat nasunin dalam mencegah penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer, masih memerlukan penelitian lebih lanjut.