Lantas, bagaimana cara mengelola food noise dalam kehidupan sehari-hari? Terkait hal itu, dr. Vardian menyarankan untuk mulai membangun pola makan yang lebih teratur. Hindari melewatkan waktu makan hingga akhirnya makan berlebihan pada satu waktu. Selain itu, utamakan makanan yang mengandung protein dan serat karena keduanya dapat membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

Langkah berikutnya adalah mengelola lingkungan makan. Salah satunya dengan membatasi persediaan camilan yang mudah memicu keinginan makan di rumah. Dengan begitu, lanjut dia, seseorang dapat mengurangi dorongan untuk terus mengambil makanan hanya karena melihat atau menjangkaunya dengan mudah.

Pengelolaan stres juga tidak kalah penting. Jika selama ini makanan menjadi pelarian ketika menghadapi tekanan emosional, cobalah menggantinya dengan mekanisme koping yang lebih sehat, seperti berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang membantu menenangkan pikiran.

“Stres dikit, push-up. Penat dikit, push-up. Depresi dikit, push-up. Cari coping mechanism yang sehat, gerak, teman-teman,” kata dr. Vardian.

Selain itu, pastikan kebutuhan tidur terpenuhi. Kurang tidur dapat memengaruhi pengaturan nafsu makan dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Menjaga jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengelolaan berat badan.

dr. Vardian menegaskan bahwa obesitas merupakan kondisi kompleks yang melibatkan berbagai faktor, mulai dari hormon, metabolisme, hingga mekanisme pengaturan nafsu makan di otak. Oleh karena itu, obesitas tidak tepat jika hanya dipandang sebagai akibat dari kurangnya kedisiplinan seseorang.

“Jadi, sekali lagi, obesitas itu kompleks, ya. Bukan cuma kurang disiplin, tapi ini adalah penyakit kronis yang melibatkan berbagai macam hormon dan sistem di otak,” tegasnya.

dr. Vardian juga mengatakan, jika pikiran tentang makanan terus muncul, keinginan makan sulit dikendalikan, atau kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan pengelolaan berat badan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi serta penanganan yang sesuai.

“Jadi, kalau food noise-nya udah nggak bisa dikontrol, langsung aja cari dokter terdekat untuk konsultasi obesitas kalian,” pungkasnya.

Baca Juga: Dokter Tirta Ingatkan Risiko Gym Tengah Malam, Ini yang Perlu Diperhatikan