Selain bundling, lanjut Hasan, peningkatan kualitas layanan juga menjadi pilar penting. Hasan percaya bahwa konsumen yang mengutamakan kualitas akan lebih mempertimbangkan pengalaman dibanding sekadar harga.
“Dengan service level lebih baik, orang tidak lihat harga lagi biasanya, walaupun barang sama, orang pasti pilih yang service levelnya lebih baik,” katanya.
“Apalagi kalau di targeting konsumen yang memang membutuhkan quality, bukan hanya membutuhkan kuantiti aja. Jadi kalau service levelnya beda, walaupun barang sama, orang pasti pilih yang service levelnya lebih baik. Jadi itu yang menurut saya harus diciptakan,” lanjut Hasan.
Dijelaskan Hasan, Erajaya pun menghadirkan konsep ritel yang terintegrasi, di mana pelanggan dapat menemukan berbagai kebutuhan dalam satu tempat.
Mulai dari pilihan produk yang lengkap, aksesori, metode pembayaran yang beragam, hingga layanan purna jual, semuanya dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan.
“Kita menyiapkan semua produk, accessories, pilihan lebih banyak. Kemudian semua payment option ada di kita. Kedua, after sales service juga ada di situ. Jadi semua kita provide,” ungkap Hasan.
Pada akhirnya, kata dia, seluruh strategi tersebut bermuara pada satu hal yang paling krusial, yakni kepercayaan konsumen.
Bagi Erajaya, trust adalah aset utama yang membuat pelanggan tetap setia, bahkan di tengah persaingan harga yang agresif.
“Yang paling penting adalah trust ya. Trust konsumen ke kita itu penting, kalau dia udah trust, apapun yang ada di kita ini nggak bisa di-compare hanya apple to apple secara harga,” tegasnya.
Baca Juga: Alasan Erajaya Perluas Sayap Bisnis, dari Smartphone ke Ekosistem Smart-Lifestyle Terintegrasi