Pemerintah akhirnya turun tangan atas kabar aksi demonstrasi besar-besaran dan kerusuhan pada Agustus 2026 ini.
Pemerintah memastikan informasi mengenai aksi unjuk rasa besar-besaran itu adalah berita bohong, kondisi saat ini kondusif. Dari Sabang sampai Merauke aman terkendali.
"Tidak ada di wilayah Indonesia, di Tanah Air kita ( yang demo dan kerusuhan) Ada hoaks-hoaks yang seperti itu," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago dilansir Kamis (6/8/2026).
Belakangan, informasi mengenai aksi unjuk rasa besar dan kerusuhan yang diklaim terjadi pada Agustus 2026 memang berseliweran di media sosial.
Banyak video aksi unjuk rasa yang viral dengan narasi-narasi provokatif. Potongan video itu tersebar luas bersamaan dengan viralnya pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan di sejumlah kota besar.
Pemerintah memastikan itu adalah video lama yang disebar ulang dengan narasi yang menggambarkan seolah-olah itu adalah peristiwa yang baru terjadi.
“Video itu saya nyatakan tidak benar,” tegas Djamari.
Djamari mengatakan, konten provokatif yang masif belakangan ini diduga diproduksi dan disebar kelompok tertentu untuk meneror masyarakat, mereka ingin mengganggu stabilitas nasional lewat narasi-narasi sesat.
"Kami bersama-sama dengan Pak Panglima, Pak Kapolri, Pak Kabin selalu memberikan informasi bahwa itu sama sekali tidak ada," katanya lagi.
Baca Juga: Pusat Perbelanjaan Mendadak Dipasangi Pagar, Bakal Ada Demo Besar-besaran di Agustus 2026?
Lantaran mengganggu dan buat resah masyarakat, Djamari meminta aparat penegak hukum dalam hal ini TNI-Polri untuk mengejar kelompok penyebar hoaks itu. Mereka mesti ditindak tegas sesuai peraturan hukum yang berlaku.
"Kami akan lakukan tindakan secara tegas untuk itu," pungkas Djamari.