Pengamat politik Adi Prayitno menilai kader PDI-Perjuangan berpotensi berpaling ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah Joko Widodo digadang-gadang menjadi ketua dewan pembina PSI.
Untuk itu Adi meminta PDI-P tak berdiam diri, partai moncong putih kata dia mesti memperkuat konsolidasi di internalnya untuk memperkuat solidaritas antar kader dan seluruh pengurus dan petinggi PDI-P.
Baca Juga: Gerindra Ogah Ambil Pusing dengan Urusan Blusukan Jokowi
"Maka disarankan sebaiknya PDIP melakukan konsolidasi dan penguatan basis supaya kadernya tidak pindah ke lain hati," ujar Direktur Parameter Politik Indonesia tersebut di saluran Youtube miliknya dilansir Rabu (1/6/2026).
Jokowi memang digadang-gadang bakal menjadi ketua dewan pembina PSI. Namun sejauh ini status keanggotaan Jokowi belum diumumkan secara resmi.
Namun saat blusukan ke Lampung pada akhir pekan lalu, Jokowi tampak mengenakan atribut PSI.
Adi sendiri meyakini PDI-P jelas punya jurus jitu menangkal manuver politik Jokowi. Seluruh kadernya bakal dijaga lewat berbagai cara supaya tak loncat ke PSI.
Manuver politik yang dilakukan Jokowi lanjut Adi terjadi justru menjadi pemicu bagi PDI-P untuk semakin mempererat barisan dan memperkuat konsolidasi organisasi.
Baca Juga: Jokowi Boleh Blusukan, tapi Jangan Curi Start
"Justru membuat PDIP semakin solid dan kokoh dalam melakukan konsolidasi serta tidak akan terpengaruh sedikit pun dengan manuver politik Jokowi," pungkas Adi