Selain karbohidrat, tubuh juga membutuhkan asupan protein sebagai pelengkap sarapan. Sumber protein dapat berasal dari susu, telur, tempe, maupun daging.

"Perlu juga protein. Proteinnya terserah mau susu, mau telur, mau tempe, mau daging atau kombinasi itu bagus," kata Prof. Zubairi.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengonsumsi lemak sehat sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Prof. Zubairi pun menuturkan bahwa dampak lain yang kerap terjadi akibat tidak sarapan adalah meningkatnya kecenderungan makan berlebihan pada siang atau malam hari.

Menurutnya, saat tubuh merasa sangat lapar, seseorang cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kebutuhan sebenarnya.

"Kalau kita skip sarapan, kecenderungannya nanti makan siang, makan malamnya berlebihan," ujar Prof. Zubairi.

Kebiasaan tersebut dapat berujung pada kenaikan berat badan yang tidak terkontrol dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

"Itu kemudian memicu juga timbulnya kenaikan berat badan yang tidak terkontrol dan berbagai macam penyakit bisa muncul," tambahnya.

Kemudian, Prof. Zubairi pun menegaskan bahwa sarapan bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan investasi kesehatan yang memberikan manfaat bagi tubuh dan otak.

Dengan sarapan yang sehat dan seimbang, kata dia, tubuh memperoleh energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas, sementara kemampuan konsentrasi dan daya ingat dapat terjaga lebih baik.

Karena itu, Prof. Zubairi mengajak masyarakat yang selama ini sering melewatkan sarapan untuk mulai mengubah kebiasaan tersebut.

“Jadi yang lalu sudah lupa, tapi sekarang mulai besok sarapan,” pungkasnya.

Baca Juga: Tidur dengan Bantal Tinggi Bisa Kurangi Asam Lambung Naik? Ini Kata Dokter Ahli