PT Asuransi Jiwa Sequis Life kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui penyelenggaraan Sequis SHEPRENEUR Learning Series. Program yang merupakan kelanjutan dari peluncuran Sequis SHEPRENEUR pada Mei 2026 ini diikuti oleh 60 wirausaha perempuan terpilih dari kategori Mompreneur, Sispreneur, dan Youthpreneur.

Diselenggarakan sepanjang Juli hingga Agustus 2026, program ini menghadirkan berbagai kelas dan workshop yang membahas manajemen bisnis, personal branding, pemanfaatan teknologi digital, hingga literasi keuangan. Seluruh materi disampaikan oleh para praktisi berpengalaman untuk membantu peserta membangun bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Sequis Life menilai perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Selain menjadi pengelola rumah tangga, perempuan juga menjadi motor penggerak sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa lebih dari 64 persen UMKM di Indonesia dikelola atau dimiliki oleh perempuan.

Meski kontribusinya besar, perempuan pelaku usaha masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan keuangan dan manajemen bisnis. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Sequis Life menghadirkan program pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi finansial para peserta.

Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara (Tina), mengatakan setiap perempuan memiliki perjalanan bisnis yang berbeda, namun memiliki semangat yang sama untuk terus berkembang.

"Melalui Sequis SHEPRENEUR Learning Series, kami ingin mendampingi wirausaha perempuan memperkuat kapasitas bisnis dan fondasi keuangan agar mampu membangun usaha yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Kami percaya, perempuan yang berdaya secara finansial akan memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Saya berharap seluruh peserta terpilih memanfaatkan rangkaian pembelajaran untuk menambah pengetahuan, aktif terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman serta memanfaatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan menemukan peluang baru untuk mengembangkan usaha," ungkap Tina, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Selain menjadi wadah belajar, Sequis SHEPRENEUR Learning Series juga dirancang sebagai ruang untuk memperluas jaringan profesional. Para peserta didorong membangun kolaborasi yang dapat membuka peluang pasar baru, meningkatkan daya saing, serta mempercepat pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Kelas perdana dibuka dengan sesi 'Check Your Business Health' yang dibawakan oleh praktisi pengembangan usaha Lishia Erza Budiman.

Baca Juga: Sequis Life Perkuat Pemberdayaan Perempuan Melalui Program Sequis SHEPRENEUR

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kesehatan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam mengelola kondisi keuangan bisnis secara menyeluruh.

"Besarnya omzet bukan satu-satunya indikator bisnis berlangsung dengan sehat. Wirausaha perempuan juga perlu memahami kondisi usahanya melalui pencatatan, pengelolaan arus kas, dan pemanfaatan aset untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," jelas Lishia.

Menurutnya, aset bisnis tidak hanya berupa uang tunai atau barang, tetapi juga mencakup aset tidak berwujud seperti pelanggan, reputasi merek, keahlian, hingga jaringan mitra. Seluruh aset tersebut menjadi modal penting yang dapat mendukung perkembangan usaha dalam jangka panjang.

Materi berikutnya mengangkat tema "Financial Planning for You and Your Family to Support a Sustainable Business" yang disampaikan oleh Agency Development Manager Sequis Life Christle Honora Emilia Monaliza, M.M., QWP., CFP (Chika). Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun fondasi keuangan pribadi dan keluarga sebagai penopang keberlangsungan bisnis.

Chika menjelaskan bahwa kondisi keuangan keluarga yang kurang sehat sering kali membuat bisnis menjadi sumber dana darurat, sehingga menghambat pertumbuhan usaha.

Oleh karena itu, pelaku usaha perlu disiplin memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, menjaga arus kas, menyiapkan dana darurat, serta memiliki perlindungan finansial.

"Setiap pelaku usaha tentu ingin membangun bisnis yang berkelanjutan. Fondasi keuangan yang kuat akan membantu mengambil keputusan yang lebih bijaksana, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang," kata Chika.

Rangkaian Sequis SHEPRENEUR Learning Series akan terus berlangsung setiap SHElasa selama Juli hingga Agustus 2026. Beragam topik akan dibahas bersama para praktisi dari berbagai bidang, mulai dari creator economy, perlindungan data pribadi, personal branding, digital marketing, pengelolaan risiko keuangan, perlindungan finansial, hingga strategi membangun jaringan profesional.

Melalui platform Better Tomorrow with Sequis, Sequis Life berharap Sequis SHEPRENEUR dapat terus menjadi wadah yang membantu perempuan Indonesia membangun bisnis yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan ketahanan finansial sehingga mampu memberikan dampak positif bagi keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga: Sequis Life Ingatkan Risiko Pinjol Lewat Program Literasi Keuangan Karyawan