PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 584% pada periode sembilan bulan yang berakir 30 September 2026 dengan mencatatkan laba bersih kumulatif sebesar Rp4,12 triliun.

“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional sekaligus bentuk konkret atas efektivitas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan, pengawasan, serta penegakan aturan. Begitu pula dengan sinergi di dalam ekosistem BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, serta dedikasi seluruh pihak di PT Timah dan masyarakat di wilayah operasi kami,” ujar Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Fokus Kejar Pertumbuhan Dobel Digit, CLEO Kantongi Peningkatan Penjualan 25,5% di Kuartal III 2026

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian yang diumumkan 30 Oktober 2026, PT Timah Tbk menunjukkan penguatan kinerja keuangan dan operasional Persero melalui sejumlah indikator utama pada periode 9M2026 meliputi:

  • Pendapatan usaha sebesar Rp16,15 triliun (meningkat 144% dibandingkan Rp6,61 triliun pada 9M2025);
  • Laba usaha sebesar Rp5,6 triliun (meningkat 594% dibandingkan Rp807,25 miliar pada 9M2025);
  • EBITDA mencapai Rp6,18 triliun (meningkat 323% YoY dibandingkan Rp1,46 trilun pada 9M2025);
  • Laba bersih kumulatif mencapai Rp4,12 triliun (meningkat 584% dibandingkan Rp602,42 miliar pada 9M2025);
  • Efisiensi biaya dengan menekan beban pokok pendapatan hingga 16% di bawah target RKAPP;
  • Posisi saldo kas akhir periode di angka Rp4,25 triliun (meningkat dari Rp1,34 triliun pada 9M2025).

Sementara itu, produksi bijih timah kumulatif mencapai 18.883 ton Sn (97% dari target RKAPP dan meningkat 55% dibandingkan 12.190 ton Sn pada 9M2025), sedangkan produksi logam timah tumbuh 49% YoY dari 10.855 metrik ton Sn pada 9M2025 menjadi 16,190 metrik ton Sn. Pada akhir tahun 2026, Perseroan menargetkan volume produksi yang lebih tinggi dibandingkan pencapaian volume produksi di tahun 2025.

Di sektor komersial, volume penjualan logam timah melonjak 72% YoY dari 9.469 metrik ton pada 9M2025 menjadi 16,304 metrik ton yang didominasi oleh pasar ekspor. Penguatan harga jual rata-rata (average selling price) logam timah yang mencapai US$51.011 per metrik ton (11% di atas target RKAPP dan 52% lebih tinggi dibanding periode sebelumnya sebesar US$33.596 per metrik ton) turut memberikan dampak positif pada margin perusahaan.

"Memasuki triwulan terakhir tahun 2026, PT Timah berkomitmen untuk terus menjaga disiplin keselamatan kerja, mengoptimalkan tata kelola pertambangan yang ramah lingkungan, serta memperkuat kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan daerah, serta seluruh masyarakat. PT Timah siap terus bergerak memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi bangsa," pungkas Restu.