Batik Danar Hadi kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan warisan budaya Nusantara melalui peluncuran koleksi terbarunya bertajuk Sekar Setaman.

Koleksi ini menghadirkan interpretasi baru tentang keindahan taman bunga yang tumbuh beragam namun tetap harmonis, menjadi metafora tentang keberagaman karakter dan filosofi kehidupan yang menyatu dalam keindahan batik.

Melalui koleksi ini, Batik Danar Hadi tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga mengangkat makna mendalam di balik ragam flora Nusantara yang selama ini menjadi inspirasi dalam seni batik.

Setiap motif bunga dipilih bukan sekadar karena keindahannya, melainkan juga karena nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menjelaskan bahwa koleksi ini ingin menyampaikan pesan harmoni di tengah keberagaman.

“Melalui tema ‘Sekar Setaman’, kami tidak hanya merayakan keanggunan visual dari aneka bunga, tetapi lebih dalam lagi, kami ingin menyampaikan pesan tentang harmoni dalam keberagaman,” tutur Diana Santosa, dikutip Minggu (8/2/2026).

“Setiap motif bunga yang kami hadirkan, Seruni, Anggrek Bulan, Kenanga, dan Mawar, membawa filosofi hidup yang luhur. Seperti bunga-bunga dalam taman yang berbeda namun saling melengkapi, batik adalah medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern, mencerminkan perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna,” sambung Diana Santosa.

Baca Juga: Mengenang Mendiang Santosa Doellah, Maestro Batik Pendiri Batik Danar Hadi

Filosofi Empat Bunga Utama

Koleksi Sekar Setaman mengeksplorasi empat jenis bunga yang sarat makna simbolis, seperti:

  • Bunga Seruni (Krisan) melambangkan keteguhan hati, optimisme, serta kebahagiaan.
  • Anggrek Bulan merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta yang tulus.
  • Bunga Kenanga dikenal sebagai simbol keluhuran budi, kesetiaan, serta kedamaian.
  • Bunga Mawar menggambarkan keindahan, cinta, dan romantisme yang universal.

Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam ragam busana yang elegan, memadukan teknik batik cap, batik tulis, dan tulkom (tulis kombinasi). Setiap teknik dipilih untuk menonjolkan detail motif serta karakter kain yang digunakan.

Adapun, material yang dipakai pun tidak sembarangan, mulai dari sutra crepe, Thai silk, organza, hingga tenun ATBM, sehingga menghadirkan busana yang ringan, anggun, sekaligus nyaman dikenakan.

Palet warna solid dan pastel turut memperkuat kesan lembut sekaligus modern, tanpa meninggalkan identitas klasik batik itu sendiri.

Menurut Diana, koleksi ini juga menjadi bukti bahwa batik terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akarnya.

“Koleksi ‘Sekar Setaman’ adalah bukti bahwa batik tidak pernah berhenti bertumbuh. Kami memadukan akar tradisi yang dalam dengan ekspresi mode kontemporer, menciptakan busana yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyentuh jiwa dan bercerita. Ini adalah penghormatan kami pada kearifan lokal dan pada setiap perempuan yang mengenakannya dengan bangga,” tutupnya.

Baca Juga: 3 Langkah Strategi Heritage Tech Batik Keris di Era Fesyen Digital