Sering kali kita mudah menyadari saat tubuh kekurangan tidur karena adanya rasa lelah dan kabut otak (brain fog) yang langsung terasa. Namun, membedakan antara sekadar kelelahan ekstrem (exhaustion) dengan gejala depresi yang sesungguhnya bisa menjadi hal yang cukup menantang.

Melansir dari data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), satu dari tiga orang dewasa tidak mendapatkan tidur yang cukup. Orang yang tidur kurang dari 7 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan kronis, termasuk depresi. 

Hubungan antara tidur dan depresi ini terjadi secara dua arah (bidirectional), sekitar 90% orang yang mengalami depresi juga menderita gangguan tidur, baik itu susah tidur, sering terbangun, atau justru tidur berlebihan.

Baca Juga: Ahli: Depresi Itu Penyakit Kronis, Bukan Soal Lemahnya Iman

Ketika kamu kekurangan tidur secara ekstrem, tubuh dan pikiranmu akan memunculkan sinyal yang sekilas sangat mirip dengan gejala depresi, seperti:

  • Penurunan konsentrasi dan fokus.
  • Kehilangan energi dan motivasi.
  • Menjadi lebih sensitif dan mudah marah (irritability).

Meskipun gejalanya mirip, bukan berarti orang yang kelelahan otomatis bisa didiagnosis mengalami depresi.

Melansir dari laman Healthline, Dr. Alex Dimitriu, seorang psikiater dan pakar tidur dari Menlo Park Psychiatry and Sleep Medicine Center, menjelaskan bahwa tidur adalah indikator utama dari kondisi mental kita. Untuk membedakannya, Dr. Dimitriu kerap melihat dari aspek motivasi melalui sebuah pertanyaan kunci, Apakah kamu masih punya keinginan untuk melakukan sesuatu tapi tidak punya tenaga, atau kamu memang sudah tidak tertarik sama sekali sejak awal?

  • Jika Kamu Hanya Kelelahan: Kamu biasanya tetap memiliki ketertarikan atau keinginan untuk beraktivitas (seperti pergi ke gym atau makan malam bersama teman), namun tubuhmu terasa terlalu lelah secara fisik untuk mengekskusinya. Gejala lain yang menyertai umumnya meliputi kantuk berat di siang hari, nafsu makan meningkat, mudah lupa, dan penurunan libido.
  • Jika Kamu Mengalami Depresi: Kamu akan merasa benar-benar kehilangan minat atau "tidak peduli" lagi terhadap aktivitas apa pun, termasuk hal-hal yang dulunya sangat kamu sukai. Gejala khas depresi lainnya melibatkan perasaan putus asa, rasa bersalah yang mendalam, kegelisahan, hingga munculnya pikiran untuk menyakiti diri sendiri.