AVEENO® Brand Ambassador, Maudy Ayunda, mengajak masyarakat untuk memandang sensitivitas dari perspektif yang berbeda.

Menurutnya, menjadi pribadi yang sensitif bukanlah sebuah kelemahan, melainkan kemampuan untuk lebih peka dalam memahami diri sendiri, termasuk mengenali apa yang benar-benar dibutuhkan tubuh dan kulit.

Maudy mengatakan, selama ini banyak orang menganggap kata ‘sensitif’ memiliki konotasi negatif. Padahal, lanjut dia, sensitivitas justru membuat seseorang lebih mampu membaca situasi, memahami perasaan, serta mengetahui kapan tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan dipulihkan.

"Kadang-kadang sensitivity itu dilihat sebagai kelemahan. Padahal menurut aku justru sebaliknya. Sensitivitas itu artinya kita lebih peka, lebih bisa membaca situasi, lebih tahu apa yang sebenarnya kita rasakan, apa yang kita butuhkan, dan kapan kita perlu berhenti sejenak untuk benar-benar rehat dan menyamankan diri," tutur Maudy, saat acara peluncuran AVEENO® Skin Relief Repairing Balm, dalam ajang Jakarta X Beauty (JXB) 2026, di JCC, Jakarta, Kamis (2/7/2026)

Menurut Maudy, konsep tersebut juga berlaku dalam merawat kulit. Kulit, katanya, memiliki caranya sendiri untuk ‘berbicara’ melalui berbagai tanda, seperti rasa gatal, kemerahan, inflamasi, atau kondisi kulit yang terasa semakin kering.

Sinyal-sinyal tersebut, kata dia, seharusnya menjadi pengingat agar seseorang mulai memberikan perhatian sebelum masalah kulit menjadi lebih serius.

"Kulit kita sebenarnya suka berbicara dan memberikan sinyal. Kadang lewat rasa gatal, kemerahan, inflamasi, atau kulit yang kering. Sayangnya, kita sering baru sadar ketika kondisinya sudah terasa tidak nyaman. Padahal, ketika berbicara tentang self-care, menurut aku yang paling penting adalah konsistensi dan membiasakan diri mendengarkan apa yang dibutuhkan kulit setiap hari," katanya.

Pengalaman pribadi juga semakin meyakinkan Maudy akan pentingnya menjaga kelembapan kulit. Ia pun tak segan menceritakan saat bepergian bersama sang suami, Jesse Choi, ke San Francisco, Amerika Serikat, awal tahun ini.

Menurutnya, cuaca yang dingin dan kering, ditambah perjalanan udara yang panjang, membuat kulitnya menjadi lebih kering dari biasanya.

Dalam perjalanan tersebut, kata dia, AVEENO® Skin Relief Repairing Balm menjadi salah satu produk yang selalu ia bawa.

"Waktu ke San Francisco cuacanya sangat dingin dan penerbangannya juga panjang, jadi kulit terasa jauh lebih kering. Untungnya aku membawa AVEENO® Skin Relief Repairing Balm. Jujur ini jadi penyelamat karena begitu dipakai kulit langsung terasa lebih soothing dan lebih calm," ungkapnya.

Baca Juga: AVEENO Luncurkan Skin Relief Repairing Balm untuk Kulit Sensitif di Jakarta X Beauty 2026, Ini Keunggulannya