Thomas Djiwandono yang merupakan Wakil Menteri Keuangan dan keponakan Presiden Prabowo Subianto, melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp73,64 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2023. Laporan ini merupakan yang pertama setelah ia menjabat, tanpa utang tercatat.
Dalam artikel ini, Olenka akan mengupas rincian kekayaan Thomas Djiwandono, mulai dari total harta hingga breakdown asetnya. Ini menarik untuk dilihat, apalagi sebagai pejabat tinggi di Kabinet Merah Putih, kekayaannya cukup signifikan dan bebas utang.
Total Kekayaan
Total harta Thomas mencapai Rp73,642,522,387 tanpa dikurangi utang. Sumber Bisnis.com menyebut Rp73,6 miliar per 2023, sementara dilansir dari Inilah.com merujuk LHKPN 2025 dengan Rp74,497,761,234, yang merupaka angka update terkini. Ini menjadikannya salah satu pejabat dengan kekayaan signifikan di Kabinet Merah Putih.
Baca Juga: Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 Efek Thomas Djiwandono Masuk BI? Menkeu Purbaya Bilang Begini
Angka ini cukup menakjubkan, terutama karena tidak ada beban utang, yang menunjukkan pengelolaan keuangan yangcukup bijaksana. Dibandingkan dengan pejabat lain, kekayaan Thomas ini masuk kategori atas, tapi tetap dalam batas wajar untuk seorang profesional di bidang keuangan.
Berikut adalah rincian lengkap breakdown aset Thomas Djiwandono berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2023-2025. Aset dibagi menjadi tiga kategori utama: properti, investasi likuid, dan harta bergerak (termasuk kendaraan).
Aset Properti
Properti mendominasi dengan nilai Rp40,57 miliar, berupa satu tanah dan bangunan di Jakarta Selatan (luas tanah 2.646 m², bangunan 274 m²). Properti ini jelas jadi andalan, dengan lokasi strategis di Jakarta Selatan yang nilai tanahnya tinggi. Ini menunjukkan investasi jangka panjang yang solid, meskipun tidak ada detail lebih lanjut tentang properti lainnya.
Baca Juga: Jejak Langkah Thomas Djiwandono, Anak Eks Gubernur BI yang Kini Jadi Wakil Menteri Keuangan
Investasi Likuid
Investasi likuid, seperti deposito, saham, atau rekening bank, menyumbang bagian signifikan dari kekayaan Thomas. Meskipun data spesifik tidak dirinci dalam laporan publik, komponen ini diperkirakan mencapai Rp20-30 miliar berdasarkan komposisi keseluruhan.
Harta Bergerak dan Kendaraan
Harta bergerak lainnya senilai Rp1,8 miliar, termasuk tiga kendaraan: Toyota Alphard 2019 (Rp800 juta), Hyundai Staria 2024 (Rp1,06 miliar), dan Lexus 2024 (Rp2,35 miliar). Kendaraan mewah ini menambah nilai aset bergeraknya, dengan total sekitar Rp4,21 miliar untuk ketiga mobil tersebut.
Baca Juga: Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono Bakal Jadi Wakil Menkeu
Ini mencerminkan gaya hidup yang nyaman, tapi tetap dalam konteks kekayaan keseluruhan yang didominasi properti. Selain kendaraan, harta bergerak mungkin mencakup barang berharga seperti perhiasan atau koleksi seni, meskipun tidak disebutkan secara eksplisit.
Total Kekayaan yang Dimiliki
Kekayaan Thomas menunjukkan profil keuangan yang kuat, dengan properti sebagai pilar utama (sekitar 55% dari total) dan investasi likuid sebagai pelengkap. Dibandingkan dengan pejabat lain di Kabinet Merah Putih, seperti Menteri BUMN yang melaporkan kekayaan serupa, kekayaan Thomas relatif wajar dan bebas utang. Hal yang jarang terjadi di kalangan elit.
Secara keseluruhan, kekayaan Thomas Djiwandono yang mencapai Rp73 miliar tanpa utang menunjukkan profil keuangan yang kuat dan transparan, dengan fokus utama pada properti dan kendaraan mewah. Sebagai Wakil Menteri Keuangan, laporan LHKPN ini penting untuk menjaga akuntabilitas publik dan mencegah konflik kepentingan.
Meskipun angka ini menarik perhatian, namun hal ini dinilai wajar karena aset properti yang berada di kawasan strategis dan beberapa investasi yang dimiliki inilah yang membuat kekayaan bernilai fantastis.