Perang dunia ketiga diprediksi akan segera terjadi jika perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus bergejolak. Perang tiga negara itu berpotensi meluas dan melibatkan sejumlah negara lain yang membuat tensi global semakin memanas.
Di sisi lain perang Rusia dan Ukraina yang telah meletus beberapa tahun lalu belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir. Kondisi ini bikin suasana global semakin dekat dengan perang dunia lagi.
Jika skenario perang dunia ketiga itu betul terjadi, maka Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang relatif aman. Indonesia tidak terlibat dan tergabung dalam kelompok manapun.
Baca Juga: Dituding Hobi Jalan-jalan ke Luar Negeri, Prabowo: untuk Amankan Minyak ya Gue Harus Kemana-mana
"Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas lho,” kata Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat kepada seluruh menteri, pejabat eselon I kementerian/lembaga hingga para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Kepresidenan, Jakarta dilansir Kamis (9/4/2026).
Kepala Negara mengatakan, indikator Indonesia menjadi salah satu negara teraman jika terjadi perang dunia ketiga dapat dilihat dari banyaknya warga negara lain yang saat ini memilih berlibur dan tinggal sementara di Indonesia, termasuk warga negara Rusia dan Ukraina yang saat ini sedang terlibat perang berkepanjangan.
“Sekarang kalau ke Bali, lihat itu berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ," ujar Prabowo.
Bahkan dia menilai, untuk melindungi para warga negara asing yang terjebak perang, Indonesia berencana membangun pusat Keuangan Khusus. Tujuannya, untuk menjadi wadah bagi para pelancong menanamkan investasinya dengan insentif pajak yang menarik hingga regulasi yang lebih ringan.
Presiden menyebutkan bahwa Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan untuk membangun pusat Keuangan khusus itu di Bali. Hal ini menjadi pertimbangan sejak pembahasan dilakukan beberapa tahun lalu.
Diharapkan dengan adanya kawasan itu, nantinya investasi masuk dari negara yang saat ini dalam kondisi peperangan. Misalnya dari kawasan Timur Tengah, bisa beralih ke Indonesia. Sebab, Indonesia aman dari perang.
"Sekarang uang-uang yang di Timur Tengah dia mau kemana? Negara mana yang tidak perang, sekarang kasih tahu? Indonesia salah satu yang paling diminati," ujarnya.
Keramahan Indonesia dan ketahanan ekonomi dalam negeri menjadi daya tarik bagi negara lain untuk berinvestasi.
"Jadi intinya adalah kita sangat banyak potensi, tapi ini juga yang membuat kita sekarang harus lebih keras bekerja, lebih teliti," imbuhnya.
Karena itu Prabowo menekankan bahwa kementerian dan lembaga harus kompak demi membangun Indonesia untuk mencapai cita-cita bersama.
Baca Juga: Respons Fahri Hamzah Soal Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Prabowo
"Karena itu lah saya kumpulkan rapat kerja ini supaya nanti kita satu, satu bahasa, satu rencana kerja. Tidak boleh ada pemikiran sektoral, tidak ada yang boleh satu departemen, satu kementerian, satu institusi, memikirkan institusinya sendiri. Kita harus kerja sama," katanya.