Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) berpotensi meluas dan bakal berdampak secara global. Perang yang pecah pada akhir pekan lalu itu mengalami peningkatan eskalasi yang sangat signifikan dalam tiga hari belakangan ini yang membuat konflik ini semakin rumit.
“Kalau peperangan ini membesar, tentu implikasinya bukan hanya bagi Timur Tengah, tetapi juga banyak kawasan lain di dunia,” ujar SBY dilansir Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Menghitung Modal Prabowo Jadi Juru Damai Konflik Iran dan Israel-AS
SBY mengatakan, indikasi meluasnya perang ini terlihat jelas dari keputusan Iran yang turut menyerang beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara di kawasan Timur Tengah, hal ini memantik negara-negara tersebut untuk ambil bagian dan terlibat langsung dalam perang tersebut.
Adapun negara-negara yang terdampak atas serangan balasan Iran adalah Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, dan Oman. SBY menyebut perang itu sudah masuk skala regional yang tidak hanya melibatkan Iran, Israel dan AS.
“Ini sudah menjadi perang regional karena ada aksi saling membalas antarnegara,” kata SBY.
Tak hanya memantik keterlibatan negara-negara teluk, perang ini juga berpotensi memancing Nato setelah pangkalan militer Inggris di Siprus ikut diserang. SBY mengatakan hal ini bisa mencacing negara-negara anggota NATO lainnya untuk terlibat secara langsung dalam perang tersebut.
“Ini sangat berbahaya. Mudah-mudahan tidak sampai ke sana,” ujarnya.
SBY melanjutkan konflik yang terjadi sekarang ini berpotensi memicu disrupsi ekonomi global. Ketidakstabilan kawasan Timur Tengah dapat berdampak pada energi, perdagangan, hingga stabilitas geopolitik internasional. SBY berharap muncul kesadaran kolektif untuk melakukan deeskalasi dan menahan diri demi mencegah konflik semakin meluas.
Baca Juga: Jadi Urat Nadi Arteri Energi Dunia, Seberapa Penting Selat Hormuz Bagi Ekonomi Global?
“Harapan kita adalah adanya langkah deeskalasi dan pengendalian diri agar situasi tidak semakin memburuk,” pungkasnya.