Pondok Pesantren Al Amin Dumai melalui Santripreneur Sawit Indonesia yang dimotori oleh Koperasi Produssen Pondok Pesantren Al Amin Kota Dumai Provinsi Riau tampil pada Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) Ke-4 Tahun 2026 yang diselenggarakan di SKA Co Ex Pekanbaru, Provinsi Riau. Keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi pesantren dalam memperkenalkan inovasi, hilirisasi produk sawit, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi pesantren yang selaras dengan implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan visi Indonesia Emas 2045.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Batik Santripreneur Sawit Indonesia, sebuah produk batik yang memanfaatkan Malam Sawit sebagai salah satu bahan utama dalam proses pembuatannya. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Kerajinan dan Batik (BBSPJKB) Yogyakarta dengan Pondok Pesantren Al Amin Dumai.

Baca Juga: Perlindungan Pekerja Berkontribusi Positif ke Produktivitas Industri Sawit

Tahun 2026 menjadi tonggak penting sebagai tahun perdana (pilot project) pengembangan Batik Santripreneur Sawit Indonesia yang dimulai dari Provinsi Riau dengan Pondok Pesantren Al Amin Dumai sebagai Center of Excellence. Program ini dikembangkan bersama tiga pondok pesantren lainnya, yaitu Pondok Pesantren AUFIA Minas Kabupaten Siak, Pondok Pesantren Baitul Qur'an Kota Dumai, dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Kota Duri Kabupaten Bengkalis.

Dalam kesempatan SIEXPO 2026, Sabtu (8/6/2026), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. mengunjungi Booth Santripreneur Al Amin Dumai dan menunjukkan ketertarikan terhadap produk perdana Batik Santripreneur Sawit Indonesia yang diprakarsai oleh Pondok Pesantren Al Amin Dumai. Selain memperkenalkan Batik Malam Sawit, Pondok Pesantren Al Amin Dumai juga menyampaikan berbagai produk unggulan UMKM binaan pesantren, antara lain keripik singkong, keripik tempe, dan keripik pisang, yang memiliki peluang untuk dipasarkan ke Belanda melalui jejaring UMKM Indonesia yang telah terbangun sejak partisipasi pada Festival Islam Kepulauan PCINU Belanda di Den Haag pada 18–19 Mei 2024.

Pembahasan mengenai peluang pasar tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses produk UMKM pesantren ke pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal berbasis pesantren.

Pondok Pesantren Al Amin Dumai juga memperkenalkan konsep Edu Wisata Santripreneur Sawit Indonesia, yaitu kawasan terpadu yang mengintegrasikan pendidikan pesantren, koperasi, kewirausahaan santri, UMKM, hilirisasi sawit, ekonomi syariah, serta wisata edukasi. Melalui konsep ini, Pondok Pesantren Al Amin Dumai diharapkan menjadi pusat pembelajaran nasional (National Learning Center) bagi pengembangan ekonomi pesantren berbasis kelapa sawit, sekaligus menjadi destinasi edukasi bagi santri, pelajar, mahasiswa, aparatur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat umum.

Mendukung Asta Cita Presiden dan Indonesia Emas 2045

Program Santripreneur Sawit Indonesia merupakan bentuk nyata kontribusi pesantren dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, penguatan koperasi dan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui penguatan ekosistem ekonomi pesantren, Santripreneur Sawit Indonesia diharapkan mampu menjadi model nasional yang mempercepat terwujudnya Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang maju, mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BPDP, BBSPJKB Yogyakarta, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Dumai, serta berbagai pihak lainnya yang telah mendukung pengembangan Santripreneur Sawit Indonesia. Ikhtiar yang dimulai dari Riau ini kami harapkan menjadi Gerakan Nasional Santripreneur Sawit Indonesia yang memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, serta menjadi kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Dumai, KH. W. Zainal Abidin, M.Pd., dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ketua Hebitren Riau sekaligus Wakil Ketua Umum Asosiasi Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) tersebut menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memperkenalkan berbagai inovasi pesantren dalam SIEXPO 2026. Berawal dari Riau, Pondok Pesantren Al Amin Dumai optimistis gerakan Santripreneur Sawit Indonesia dapat berkembang menjadi model nasional pemberdayaan ekonomi pesantren yang mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Visi Indonesia Emas 2045, dengan semangat:

"Dari Santri untuk Negeri, Terus Bersinergi dan Berinovasi."