RupiahCepat, platform fintech peer-to-peer lending di bawah PT Kredit Utama Fintech Indonesia, menegaskan komitmennya terhadap perluasan inklusi keuangan dan pemberdayaan kelompok rentan serta UMKM melalui rangkaian program edukasi dan dukungan sosial yang terus berlanjut. Salah satu wujudnya adalah penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp100 juta kepada penyandang disabilitas melalui Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Bantuan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen tahunan perusahaan dalam mendukung kesetaraan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Dalam kesempatan itu, perwakilan PPDI menyampaikan apresiasi dan menegaskan pentingnya keberpihakan dunia usaha terhadap akses ekonomi yang inklusif.

Baca Juga: Kisah Sukarmi Ningsih,Pegawai Pemrov Jakarta yang Hadirkan TMI Sebagai Ruang Belajar untuk Disabilitas

“Kami sangat mengapresiasi dukungan khusus RupiahCepat kepada kalangan disabilitas. Kontribusi ini adalah bentuk nyata perhatian dan support yang sangat berharga bagi PPDI,” ungkap perwakilan PPDI.

Selain dukungan sosial, RupiahCepat juga memperluas dampak inklusi keuangan melalui serangkaian kegiatan edukasi, termasuk Seminar Literasi Keuangan untuk UMKM Ultra Mikro yang menghadirkan lebih dari 50 pelaku usaha dari sektor FnB, fashion, seni, dan kesehatan. Dalam program tersebut, RupiahCepat memberikan bantuan usaha sebesar Rp10 juta kepada UMKM terpilih “Ini Teh Susu” sebagai dukungan peningkatan kapasitas bisnis.

Baca Juga: Putri Santoso, Pendiri Koptul Bawa Misi Berdayakan Teman-teman Disabilitas

Perusahaan juga memperluas edukasi digital ke sektor akademisi melalui seminar “Fintalks: Communication in Action to Distinguish Legal, Mitigate Risk, and Drive Financial Inclusion” di BINUS University, bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta mitigasi risiko penipuan digital yang marak di industri fintech.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani, menegaskan komitmen perusahaan terhadap upaya inklusi keuangan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, edukasi dan akses pembiayaan harus berjalan seimbang agar memberikan dampak ekonomi nyata.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Nadira Alivia Manfaatkan Instagram untuk Edukasi Pendidikan bagi Anak dengan Disabilitas

“RupiahCepat berkomitmen mendukung masyarakat agar semakin siap dan berdaya secara finansial. Kami percaya inklusi keuangan bukan hanya target angka, tetapi tentang memastikan setiap kelompok masyarakat punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

RupiahCepat juga terus memperluas kolaborasi dengan industri jasa keuangan, regulator, dan komunitas melalui partisipasi dalam berbagai forum strategis yang membahas perkembangan ekosistem fintech dan target peningkatan inklusi keuangan nasional menuju 98 persen pada 2045, yang kini telah mencapai 80,5 persen.

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, PERURI Gelar Pelatihan Vokasional bagi Penyandang Disabilitas

Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2025 ditutup dengan keikutsertaan RupiahCepat dalam FinExpo Surabaya 2025 yang diadakan OJK pada 23-26 Oktober 2025 di Tunjungan Plaza Mall 3. Acara ini dihadiri oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) se-Indonesia.

Melalui rangkaian program yang terus berlangsung, RupiahCepat menempatkan diri sebagai perusahaan fintech yang tidak hanya fokus pada layanan pembiayaan digital, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.