Harus Ada Solusi

Masalahnya, fundamental ekonomi indonesia menjadi hal yang perlu diperhatikan. Seperti program-program prioritas pemerintah yang masih membebani fiskal hingga kebijakan pemerintah yang sulit ditebak. 

Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) sudah memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00%. 

Sementara itu, Kementerian Keuangan akan membeli kembali Surat Berharga Negara di pasar sekunder secara bertahap. Meskipun begitu, kebijakan ini hanya akan menjadi obat sementara saja, bukannya menyembuhkan ekonomi kita.

Maka dari itu, tetap perlu ada kebijakan fiskal dengan tata kelola yang stabil agar kepercayaan investor semakin meningkat. Namun, sampai kapan pelemahan rupiah ini akan terus terjadi dan menyasar masyarakat umum? 

Tanpa strategi yang tepat, secangkir kopi kita di masa depan mungkin akan terasa semakin pahit, bukan karena bijinya melainkan karena harganya.

Penulis: Najwa Zahra Nurfadilah