Kata “viral” kini begitu akrab dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap kali sebuah video, foto, berita, atau unggahan mendapat perhatian besar di media sosial, istilah tersebut langsung digunakan.

Namun, tahukah kamu bahwa kata “viral” sebenarnya sudah digunakan jauh sebelum internet dan media sosial berkembang seperti sekarang?

Dalam penjelasan yang dibagikan melalui akun TikTok Ems n Hums, istilah “viral” ternyata memiliki kaitan erat dengan kata virus. Pada awalnya, kata tersebut digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan virus dan penyebarannya.

Secara etimologis, viral memang berasal dari kata virus. Merriam-Webster mencatat penggunaan kata viral dalam bahasa Inggris sejak 1937 dengan makna yang berkaitan dengan virus. Seiring perkembangan bahasa, maknanya kemudian meluas dan mulai digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menyebar dengan cepat, termasuk informasi dan ide.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Pencernaan Sehat, Ternyata Dukung Perkembangan Sosial-Emosional si Kecil Agar Tumbuh Jadi Anak Hebat

Dari Virus hingga Dunia Pemasaran

Perubahan makna tersebut mulai semakin terlihat ketika konsep penyebaran informasi seperti virus digunakan untuk menjelaskan perilaku sosial dan pemasaran.

Memasuki era 1980-an hingga 1990-an, istilah dan konsep yang menggambarkan penyebaran dari satu orang ke orang lain mulai digunakan oleh sosiolog dan ahli pemasaran untuk menjelaskan bagaimana sebuah pesan dapat menyebar dengan cepat.

Konsep tersebut kemudian berkembang pesat seiring munculnya internet.

Pada 1996, Jeffrey Rayport memperkenalkan konsep viral marketing melalui artikelnya berjudul The Virus of Marketing yang diterbitkan oleh Fast Company. Ia menggunakan analogi virus untuk menggambarkan strategi pemasaran yang memungkinkan sebuah pesan menyebar dari satu konsumen ke konsumen lainnya.

Setahun kemudian, istilah viral marketing semakin dikenal melalui tulisan Steve Jurvetson dan Tim Draper yang membahas pertumbuhan layanan email Hotmail.

Baca Juga: Tahukah Kamu: Kenapa Tulisan Dokter Sering Susah Dibaca?

Strategi Hotmail yang Menjadi Contoh Viral Marketing

Hotmail menjadi salah satu contoh paling terkenal dari penerapan konsep viral marketing pada masa awal internet.

Alih-alih hanya mengandalkan iklan konvensional, Hotmail menyisipkan pesan promosi pada bagian akhir setiap email yang dikirim oleh penggunanya. Salah satu pesan yang digunakan adalah ajakan untuk mendapatkan layanan email gratis dari Hotmail.

Strategi tersebut membuat pengguna Hotmail secara tidak langsung menjadi bagian dari proses pemasaran. Setiap kali seseorang mengirim email, penerima pesan juga melihat informasi mengenai Hotmail.

Penerima kemudian berpotensi mendaftar dan menggunakan layanan yang sama. Pengguna baru tersebut kembali mengirim email kepada orang lain dengan pesan promosi yang sama, sehingga proses penyebaran terus berulang.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Bukan Cuma Buat Ngaca, Ini Alasan Kenapa Ada Cermin Besar di Dalam Lift

Pola inilah yang kemudian dianggap menyerupai cara virus menyebar, yakni berpindah dari satu inang ke inang lainnya dan berkembang dalam waktu relatif cepat.

Kenapa Kini Identik dengan Media Sosial?

Popularitas istilah “viral” semakin meningkat seiring berkembangnya internet dan media sosial.

Jika sebelumnya penyebaran informasi membutuhkan email atau komunikasi dari satu orang ke orang lain, kini sebuah konten dapat menjangkau jutaan orang hanya dalam hitungan detik. Fitur berbagi, repost, komentar, serta sistem rekomendasi algoritma membuat proses penyebaran tersebut semakin cepat.

Merriam-Webster kini juga mencatat makna viral sebagai sesuatu yang menyebar atau menjadi populer dengan cepat, terutama melalui komunikasi elektronik dari satu orang kepada orang lainnya.

Maknanya pun tidak lagi terbatas pada dunia pemasaran. Video TikTok, unggahan Instagram, berita, komentar, meme, hingga pernyataan seorang tokoh dapat disebut “viral” ketika mendapatkan perhatian luas dan menyebar dengan cepat di internet.

Menariknya, perubahan makna tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan hubungan kata “viral” dengan asal katanya. Justru, cara kita menggunakan istilah tersebut saat ini masih mempertahankan gagasan yang sama: penyebaran yang berlangsung cepat dari satu pihak ke pihak lainnya.

Jadi, ketika sebuah video atau unggahan disebut “viral”, istilah tersebut sebenarnya membawa sejarah yang cukup panjang. Berawal dari kata yang berkaitan dengan virus, “viral” berkembang menjadi konsep dalam pemasaran dan akhirnya menjadi bagian dari bahasa internet yang digunakan sehari-hari.

Dengan kata lain, sesuatu disebut “viral” karena cara penyebarannya dianggap menyerupai virus, yakni bergerak cepat, berpindah dari satu orang ke orang lain, lalu menjangkau semakin banyak orang.