Lebih lanjut, Purbaya membocorkan rahasia dapur kementeriannya mengenai simulasi stres yang telah disiapkan sejak lama. Pemerintah ternyata sudah menggunakan asumsi makro yang jauh lebih konservatif dibandingkan angka resmi di APBN guna mengantisipasi skenario terburuk.
"Harga minyak asumsinya 100 dolar per barel, waktu itu saya gak sebutkan juga sebetulnya. Asumsi perhitungan nilai tukarnya gak sama dengan APBN, udah jauh di atas," bebernya.
Alasan di balik keputusan untuk merahasiakan angka simulasi tersebut dari publik pun diungkapkan Purbaya dengan sedikit kelakar. Ia mengaku ingin menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.