Di tengah maraknya video pendek dan gim daring yang mendominasi keseharian anak-anak, cerita rakyat ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme publik dalam mengikuti Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang digelar Kementerian Kebudayaan.
Sebanyak 1.737 karya dari 30 provinsi berhasil terkumpul, melibatkan 2.797 peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, masyarakat umum, hingga kelompok inklusi.
Melalui program ini, peserta mengirimkan video mendongeng cerita rakyat menggunakan telepon genggam, kemudian membagikannya di media sosial dan mendaftarkannya melalui platform Gala Cerita Rakyat Indonesia.
Antusiasme tersebut menjadi sinyal bahwa tradisi bercerita masih relevan di era digital sekaligus membuka ruang baru bagi pelestarian budaya melalui teknologi.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menilai kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan langkah penting untuk merawat identitas bangsa melalui tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun.
"Kegiatan ini adalah momentum untuk menghargai karya, merawat identitas bangsa Indonesia,” terang Fadli Zon, saat acara Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, di Graha Utama, Kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, cerita rakyat menyimpan berbagai nilai kehidupan yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda, seperti kejujuran, keberanian, kedermawanan, dan keteladanan. Nilai-nilai tersebut dapat diwariskan secara alami tanpa terkesan menggurui.
"Karena itulah cerita rakyat merupakan salah satu warisan budaya yang sangat penting, tetapi kadang-kadang kurang mendapatkan perhatian," katanya.
Fadli meyakini bahwa budaya bercerita memiliki peran besar dalam membangun generasi yang tangguh di masa depan. Selain menjadi sarana hiburan dan edukasi, cerita juga mampu memperkuat kesadaran budaya, jati diri, serta karakter anak-anak Indonesia.
"Tentu dengan begitu juga menghidupkan kesadaran budaya, membentuk jati diri, identitas sekaligus membangun karakter," ungkapnya.
Melihat tingginya partisipasi masyarakat, Kementerian Kebudayaan berencana membawa program ini ke tahap yang lebih besar melalui Gerakan Indonesia Bercerita.
Gerakan tersebut akan mencakup berbagai kegiatan, termasuk lokakarya mendongeng dan program inkubasi untuk melahirkan generasi pendongeng baru di berbagai daerah.
"Nanti kita akan membuat satu gerakan Indonesia bercerita tahun ini, dan juga sampai tahun depan menjadi satu gerakan," kata Fadli.
Baca Juga: Menbud Fadli Zon Dorong Pemetaan Talenta Seni Berbasis Talent DNA