Fadli Zon pun berharap, gerakan tersebut dapat menghidupkan kembali tradisi mendongeng yang selama ini mulai tergeser oleh perkembangan teknologi dan perubahan pola interaksi keluarga.
"Supaya mendongeng ini juga menjadi tradisi," tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kebudayaan, Neno Warisman, menuturkan bahwa Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 sebagai langkah awal untuk memperkuat budaya bercerita di Indonesia.
Menurutnya, program ini akan terus berlanjut dan diperluas pada tahun-tahun mendatang.
Neno mengungkapkan bahwa ide besar di balik penyelenggaraan gala ini adalah membangun sebuah gerakan nasional yang mampu menghidupkan kembali budaya bercerita di Indonesia.
Bahkan, ia mengaku para juri yang terlibat sejak awal sepakat bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai sebuah lomba semata.
"Saya selalu mengatakan, ini bukan lomba, ini adalah gerakan. Karena yang sedang kita bangun adalah kebiasaan baru untuk kembali bercerita dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya," ungkapnya.
Dan, di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, Neno meyakini budaya bercerita dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai moral, empati, dan keteladanan sejak dini.
Neno menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan juga akan menghadirkan program inkubasi di sejumlah daerah seperti Sumenep, Madiun, Pontianak, dan Makassar guna memperkuat ekosistem pendongeng dan pelestarian tradisi lisan.
“InsyaAllah pada 2027, program ini akan bertransformasi menjadi GALA Indonesia Bercerita, sebuah gerakan nasional yang tidak hanya berfokus pada pelestarian cerita rakyat, tetapi juga mendorong budaya bercerita dalam keluarga serta pemanfaatan cerita sebagai sarana pembelajaran,” pungkasnya.
Baca Juga: Pelestarian Budaya Betawi Harus Dimulai Sejak Dini dan Dikemas Sesuai Dunia Anak