Banyak orang percaya pemilik golongan darah O lebih sering menjadi sasaran gigitan nyamuk dibandingkan golongan darah lainnya. Lalu, apakah anggapan tersebut hanya mitos atau memang terbukti secara ilmiah?

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB, Upik Kesumawati, mengatakan ada penelitian yang menunjukkan bahwa nyamuk memang cenderung lebih tertarik pada individu dengan golongan darah O. Namun, hal itu bukan berarti pemilik golongan darah lain terbebas dari gigitan nyamuk.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang pada 2004, orang dengan golongan darah O diketahui menghasilkan lebih banyak senyawa volatil yang dapat dideteksi nyamuk. Senyawa tersebut antara lain asam laktat dan karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan melalui tubuh.

Baca Juga: Mengenal Profesor Adi Utarini: Ilmuwan di Balik Kesuksesan Program Pembasmian Nyamuk Demam Berdarah

"Siapa pun bisa dihisap darahnya, hanya saja ada kecenderungan golongan darah O lebih disukai," ujar Upik seperti dikutip dari laman resmi IPB, Kamis (25/6/2026).

Meski demikian, Upik menegaskan bahwa golongan darah bukan satu-satunya faktor yang menentukan ketertarikan nyamuk. Semua orang tetap berpotensi menjadi target gigitan, tergantung kondisi tubuh dan lingkungan di sekitarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua nyamuk menghisap darah manusia. Hanya nyamuk betina yang membutuhkan darah untuk mendukung proses reproduksi dan pematangan telur.

Baca Juga: Angka Kematian pada Anak Meningkat! Begini Cara Tepat Lindungi Si Kecil dari DBD

"Darah yang dihisap nyamuk dibutuhkan untuk reproduksi, bukan sebagai makanan utama," jelasnya.

Sementara itu, nyamuk jantan memperoleh sumber energi dari nektar bunga dan cairan tanaman sehingga tidak menggigit manusia untuk menghisap darah.

Selain golongan darah, warna pakaian juga dapat memengaruhi ketertarikan nyamuk. Menurut Upik, pakaian berwarna gelap cenderung menyerap panas lebih banyak sehingga membuat tubuh terasa lebih hangat dan lebih mudah dideteksi nyamuk.

"Nyamuk menyukai kondisi hangat dan lembap. Karena itu orang yang menggunakan pakaian gelap lebih sering didatangi nyamuk," katanya.

Baca Juga: 916 Kasus Berujung Kematian, Begini Cara Mencegah Anak Terkena DBD!

Dalam kesempatan yang sama, Upik juga meluruskan anggapan bahwa nyamuk dapat menularkan HIV/AIDS. Menurutnya, virus HIV tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh nyamuk dan akan mati dalam waktu singkat sehingga tidak bisa ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk.

Untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, masyarakat dianjurkan menerapkan langkah pencegahan melalui program 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air. Penggunaan losion antinyamuk, pakaian tertutup, dan kelambu juga disarankan untuk memberikan perlindungan tambahan.