Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang begitu pesat membuat dunia bisnis dan dunia kerja berubah lebih cepat dari sebelumnya.

Di tengah perubahan yang datang tanpa henti, kemampuan teknis maupun akademis saja dinilai tidak lagi cukup untuk membuat seseorang atau sebuah bisnis mampu bertahan.

Business & Life Performance Coach, Coach Erni Margiono, mengatakan, di era 2026, keterampilan yang paling menentukan kesuksesan bukan lagi sekadar kemampuan teknis atau kecerdasan akademis, melainkan resilience atau ketahanan mental.

"Kalau saya boleh jujur, skill paling penting di dunia tahun 2026 ini bukan lagi agility, dan bukan juga sekadar skill teknikal atau akademis. Skill yang akan menentukan apakah bisnismu bertahan atau hancur adalah resilience. Kita hidup di era di mana dunia berubah tanpa permisi," papar Coach Erni,dalam sebuah video sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribdinya, Jumat (24/7/2026).

Menurut Coach Erni, laju perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga strategi dan cara kerja yang sebelumnya efektif belum tentu masih relevan dalam waktu singkat.

Karena itu, kemampuan untuk terus beradaptasi menjadi modal utama bagi para pelaku bisnis maupun profesional.

"Perkembangan AI secepat kedipan mata dan cara kerja yang dulunya benar sekarang belum tentu terpakai. Ingat, di masa depan yang akan thrive bukan yang paling pintar, tapi yang paling kuat secara mental dan emosional. Sukses bukan soal seberapa hebat kamu saat berada di atas, tetapi seberapa cepat kamu bangkit setelah jatuh," katanya.

Baca Juga: Jahja Setiaatmadja: Kalau Sudah Sukses, Jangan Pernah Tinggi Hati