Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji rencana pengembangan jalur LRT Jakarta yang akan terhubung hingga kawasan PIK 2 dan bandara sebagai upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri peresmian Kelenteng Tian Fu Gong Riverwalk Island PIK.
Pramono mengatakan kawasan utara Jakarta memiliki potensi untuk berkembang sebagai destinasi wisata religi dan budaya apabila didukung akses transportasi publik yang memadai.
Baca Juga: Mengulik Rencana Kereta Bandara Terhubung LRT, Kapan Terealisasi?
“Kalau utara ini terkoneksi dengan baik, maka loop Jakarta untuk transportasi akan tersambung secara keseluruhan,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, trase LRT menuju kawasan Ancol telah memperoleh izin dari pemerintah pusat. Jalur tersebut direncanakan tersambung dari Velodrome menuju Manggarai, lalu berlanjut ke kawasan Tanjung Priok, JIS, Ancol, PIK 2, hingga bandara.
Ia menambahkan, jalur LRT yang menghubungkan Manggarai dan Velodrome memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun serta nilai investasi mencapai Rp11,5 triliun. Jalur itu ditargetkan beroperasi pada Agustus mendatang.
Pramono menyebut tingkat konektivitas transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai sekitar 93 persen. Karena itu, Pemprov DKI berupaya menyelesaikan jalur transportasi yang belum terhubung, terutama di kawasan utara Jakarta.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, pengembangan jalur LRT dinilai dapat membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di Jakarta Utara dan wilayah sekitar.
Menurut Pramono, kawasan PIK 2 berpotensi menjadi destinasi wisata religi dan budaya karena menghadirkan berbagai rumah ibadah dan ruang wisata yang mencerminkan keberagaman.
“Kalau melihat PIK 2 sudah mempersiapkan seperti ini, ada Katolik, Islam, Buddha, dan Taoisme, saya yakin orang pasti akan datang ke tempat ini,” katanya.
Rencana pengembangan jalur LRT tersebut masih dalam tahap pembahasan sebagai bagian dari upaya integrasi transportasi publik di Jakarta.