Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk periode 2017–2024, Vidjongtius, mengungkapkan salah satu kunci perusahaan dalam membangun budaya kerja yang kuat, yakni menanamkan kesadaran kepada karyawan mengenai tujuan dan dampak bisnis yang dijalankan.
Menurut Vidjongtius, bisnis yang baik bukan semata-mata menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu memberikan nilai dan dampak positif bagi masyarakat.
Prinsip tersebut menjadi semakin penting bagi perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan seperti Kalbe Farma.
“Bisnis yang baik ya, bisnis yang memberikan nilai kepada orang lain. Kalau bisnis Kalbe adalah bisnis kesehatan,” beber Vidjongtius, saat ditemui Olenka, di Jakarta, belum lama ini.
Lebih lanjut, Vidjongtius menuturkan, kesadaran mengenai tujuan perusahaan perlu dimiliki oleh seluruh insan di dalam organisasi, mulai dari pendiri, jajaran direksi hingga karyawan di level operasional.
Ketika setiap orang memahami bahwa pekerjaan mereka berkontribusi dalam menghadirkan produk dan layanan kesehatan bagi masyarakat, kata dia, maka dedikasi terhadap pekerjaan akan tumbuh dengan sendirinya.
“Jadi kalau kita semua, baik itu mulai dari pendiri, yang bekerja, direktur, sampai ke jenjang yang operasional gitu ya, kalau mereka semua sadar bahwa saya ini bekerja menghasilkan produk, layanan untuk kesehatan semua orang, itu akan membuat dedikasi kita full,” kata Vidjongtius.
Baca Juga: Sistem yang Baik Jadi Kunci Pengembangan SDM Berkualitas
Bagi Vidjongtius, kesadaran tersebut membuat karyawan tidak sekadar menjalankan tugas karena adanya instruksi dari perusahaan.
Sebaliknya, mereka terdorong untuk memberikan kontribusi secara sukarela karena memahami tujuan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukan.
“Kita diminta tanpa disuruh lah gitu ya, kita melakukan semua itu,” tuturnya.
Ia pun menilai, budaya semacam ini tidak dapat dibangun hanya melalui aturan atau instruksi formal.
Perusahaan perlu memastikan bahwa purpose dan values yang dimiliki benar-benar dipahami dan dihidupi oleh setiap orang di dalam organisasi.
Menurutnya, ketika purpose dan nilai perusahaan berhasil tertanam dalam diri karyawan, dampaknya tidak hanya terlihat dari kinerja internal. Karyawan juga secara alami dapat menjadi representasi perusahaan ketika berinteraksi dengan masyarakat.
“Itu satu hal yang saya rasa kembali ke core-nya lagi, yang tadi purpose-nya, values-nya, segala macam, kalau itu muncul, orang-orang kita itu akan menjadi ambasador gitu loh. Jadi, dari perusahaan kita sendiri,” tandas Vidjongtius.