Dominasi Monokrom dan Desain yang Timeless

Untuk koleksi Vol. II, Puragraph menghadirkan 10 look dengan dominasi warna monokrom hitam dan putih. Pemilihan warna tersebut dinilai dekat dengan kebutuhan berpakaian sehari-hari sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai gaya.

“Hitam putih ini sebenarnya warna yang common untuk kita pakai sehari-hari. Pasti tiap individu punya warna hitam dan putih di closet mereka. Jadi, tidak menutup kemungkinan nantinya kita akan mengeluarkan warna lain. Cuma memang koleksi Puragraph ini dominan di monochrome hitam putih,” tutur Maritza.

Selain warna, karakter timeless menjadi salah satu fokus utama Puragraph. Pendekatan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan konsumen muda yang tetap ingin tampil mengikuti perkembangan zaman tanpa harus terus berganti pakaian mengikuti tren.

Maritza sendiri melihat generasi Z memiliki karakter yang sangat dekat dengan perubahan tren. Karena itu, tantangan Puragraph adalah menciptakan desain yang tetap memiliki daya tarik bagi konsumen muda sekaligus tidak kehilangan relevansinya ketika mereka memasuki usia yang lebih dewasa.

“Sebenarnya Gen Z itu tricky. Karena sebetulnya saya ini hidup di Gen Z yang di tengah-tengah, antara yang Y2K, yang up juga. Nah, di sini saya lebih ke Gen Z yang mungkin lebih mature,” ungkapnya.

Menurutnya, konsep timeless menjadi jawaban untuk membuat koleksi Puragraph dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Untuk Puragraph ini saya memilih style yang timeless. Jadi, nanti seiring berjalannya waktu Gen Z bertambah umur juga masih timeless dan masih bisa sustain untuk dipakai,” kata Maritza.

Pendekatan tersebut juga diterapkan pada cutting. Puragraph berusaha menciptakan potongan yang tetap terlihat modern ketika dikenakan generasi muda, tetapi pada saat yang sama tetap flattering bagi konsumen dari kelompok usia lainnya.

“Gimana caranya saya membuat cutting yang dipakai Gen Z ini masih epic, tapi dipakai ibunya itu juga masih flattering. Jadi, susahnya triknya di situ,” paparnya.

Salah satu penerapannya terlihat pada busana dengan inspirasi tren crop. Puragraph tidak membuat potongan terlalu pendek, melainkan memberikan proporsi yang sedikit lebih panjang agar dapat dikenakan lebih banyak kelompok usia.

“Gen Z itu lebih cenderung ke sesuatu yang crop. Makanya tadi ada koleksi yang crop, tapi mungkin agak lebih panjang sedikit. Jadi, ibunya masih bisa pakai juga,” tambah Maritza.

Baca Juga: PURANA Rayakan 17 Tahun lewat Renjana Perca, Dorong Ekonomi Sirkular dan Sustainable Fashion