Ekonomi Indonesia diperkirakan tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Berdasarkan analisis dari Permata Institute for Economic Research (PIER), pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,1% hingga 5,2%.

Proyeksi tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga 5,3% apabila tekanan eksternal mereda serta reformasi struktural pemerintah berjalan optimal. Kondisi tersebut diyakini mampu memperkuat kepercayaan pelaku usaha sekaligus menjaga optimisme konsumen domestik.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Perbankan Syariah, Permata Bank Syariah Hadir dalam HijrahFest Ramadan 2026

Dalam proyeksi tersebut, beberapa faktor utama diperkirakan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar, diikuti oleh belanja pemerintah serta investasi yang terus didorong untuk memperkuat aktivitas ekonomi.

Meski demikian, masyarakat dan pelaku usaha masih perlu mencermati sejumlah risiko eksternal, seperti volatilitas pasar keuangan global serta dinamika perdagangan internasional yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi domestik.

Di tengah prospek ekonomi yang relatif stabil tersebut, sektor perbankan juga terus melakukan transformasi untuk memberikan layanan yang semakin mudah dan efisien bagi masyarakat.

Baca Juga: Permata Bank Bagikan Dividen Rp1,085 Triliun

Salah satu tren yang semakin menguat adalah perluasan layanan digital perbankan. Melalui berbagai inovasi teknologi, masyarakat kini dapat mengakses layanan keuangan secara lebih praktis, termasuk melalui aplikasi mobile banking seperti Permata ME yang memungkinkan nasabah mengelola berbagai kebutuhan finansial langsung dari perangkat ponsel.

Kemudahan akses layanan perbankan juga semakin diperluas melalui kolaborasi dengan jaringan ritel. Saat ini, masyarakat dapat melakukan tarik tunai tanpa kartu di lebih dari 22.000 gerai Indomaret yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Selain inovasi layanan, kesadaran terhadap aspek keberlanjutan juga mulai menjadi fokus penting dalam industri keuangan. Sejumlah bank kini semakin aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang mendukung ekonomi hijau, seperti energi terbarukan, transportasi rendah emisi, serta pembangunan bangunan ramah lingkungan.

Baca Juga: Mengenal Sosok Meliza Musa Rusli, Perempuan yang Menahkodai PermataBank

Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut juga tercermin dalam berbagai program sosial. Salah satunya melalui inisiatif Adopt-A-Tree yang bertujuan mendukung upaya penghijauan kembali di kawasan Bukit Tigapuluh, Jambi.

Secara keseluruhan, stabilitas sektor perbankan dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan ekosistem ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari kinerja positif sejumlah bank besar, termasuk Permata Bank, yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,6 triliun pada akhir 2025 dengan kualitas aset yang tetap terjaga.

Dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat di level 34,6%, sektor keuangan Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang solid untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.