Wimboh Santoso merupakan ekonom kawakan yang telah berkontribusi banyak membantu perekonomian bangsa ini. Laki-laki kelahiran 15 Maret 1957 itu telah telah malang melintang di lembaga-lembaga negara yang bersentuhan langsung dengan masalah ekonomi.
Bank Indonesia menjadi tempat pertama pria asal Boyolali itu memulai perjalanan kariernya, itu terjadi pada 1984. Di bank sentral Indonesia itu Wimboh masuk dengan mengemban tugas berat sebagai sebagai pemeriksa dan pengawas bank.
Baca Juga: OJK Catat Puluhan Ribu Kasus Penipuan Online, Masyarakat Diimbau JEDA Jelang Lebaran
Di Bank Indonesia, Wimboh bukan sosok sembarangan, ia menjadi salah satu pejabat BI yang sangat dihormati dan disegani berkat sederet prestasi dan gebrakan yang dibuatnya.
Wimboh menjadi salah satu sosok penting di balik reformasi perbankan Tanah Air setelah bangsa ini diguncang krisis moneter (krismon) 1997/1998. Berkat gebrakan yang ia lakukan, Indonesia sukses bangkit dari ancaman kebangkrutan yang bisa saja berakibat fatal pada kelangsungan bangsa ini.
Pasca krisis mengerikan itu mengguncang Indonesia, Wimboh sudah berada di level yang lebih tinggi, ia sudah menjabat Direktur Direktorat Penelitian dan pengaturan perbankan BI.
Posisi yang membuatnya jauh lebih leluasa mengambil keputusan-keputusan krusial yang berdampak besar pada ekonomi Indonesia.
Salah satu kebijakan yang mampu membangkitan ekonomi Indonesia yang saat itu masih terkapar efek krismon adalah keputusan penerapan risk management, Good corporate governance, risk based supervision dan transformasi sektor pengawasan bank di BI.
Ayah tiga anak ini ketika itu turut membentuk unit Stabilitas Sistem Keuangan di BI. Dari titik ini pula ide membentuk Otoritas Jasa keuangan (OJK) lahir. Unit Jaring Pengaman Sistem Keuangan yang bekerjasama dengan Kementerian Keuangan itu yang di kemudian hari menjadi OJK saat ini.
Masih di BI, Wimboh kemudian menjabat Kepala Perwakilan BI di New York pada 2012 setelah menorehkan sederet prestasi gemilang. Jabatan baru itu hanya ia rengkuh selama 10 bulan setelah didapuk menjadi Direktur Eksekutif IMF mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga dan Nepal hingga April 2015.
Terakhir pada 2015, Wimboh menggantikan Darmin Nasution sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri yang diangkat menjadi Menko Perekonomian.
2017 menjadi titik balik perjalanan karier Wimboh, ia dipilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang dulu ia bentuk. Unit kecil di badan BI yang dulu digagasnya telah berkembang menjadi sebuah lembaga negara yang mengambil peran penting. Jabatan itu ia rengkuh hingga Juli 2022.
Latar Belakang Pendidikan
Wimboh menempuh pendidikan formal strata satu di Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 1983.
Baca Juga: Kapal Pertamina Belum Bisa Menembus Selat Hormuz
Tuntas di UNS, Wimboh melanjutkan studinya di program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika pada 1991 hingga 1993.
Lalu jenjang Doktor ia selesaikan di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995. Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999.