Devin Widya Krisnadi merupakan generasi ketiga pendiri Kawan Lama Group. Ia baru bergabung dengan perusahaan keluarga itu pada 2012 silam atau setelah tujuh dekade Kawan Lama Group beroperasi.
Ikut berkecimpung di dalam bisnis keluarga Devin pertama kali diamanatkan jabatan sebagai Retail Analyst di ACE Indonesia.
Tiga tahun setelahnya ia dipercaya menghadirkan dan mengelola merek Cupbop di Indonesia, jaringan restoran cepat saji populer yang menyajikan Korean BBQ in a cup (rice bowl khas Korea dalam cup) dan street food Korea.
Ini menjadi titik awal Devin mengelola bisnis kuliner Kawan Lama Group, di tangannya bisnis ini terus menggeliat dan terus berkembang pesat dari waktu ke waktu yang mengantarnya menuju jabatan CEO PT Foods Beverages Indonesia (F&B ID).
Sekadar info, F&B ID kini menaungi lima brand, yaitu Chatime, Cupbop, Gindaco, Chatime Atealier, dan Go! Go! CURRY - Genki no Minamoto.
Di tangan Devin, F&B ID melesat tak terbendung, sampai saat ini perusahaan kuliner itu tercatat telah mengelola lebih dari 420 gerai Chatime, lebih dari 180 gerai Cupbop, 27 gerai Gindaco, 10 gerai Chatime Atealier, dan 11 gerai Go! Go! CURRY - Genki no Minamoto di Indonesia.
Kesuksesan Devin membangun bisnis keluarga bukan semata-mata hanya faktor keberuntungan, pengalaman panjang yang ditunjang pendidikan mumpuni adalah bekal utama yang dibawanya dalam perjalanan panjang membangun bisnis keluarga ini.
Dengan modal itu Devin sukses unjuk kemampuan mengembangkan merek dan memperluas jangkauan bisnis.
Devin merupakan jebolan David Eccles School of Business, University of Utah di bidang Business Management & Entrepreneurship.
Seperti yang disinggung di awal ia pernah menjadi Retail Analyst di ACE Indonesia, namun jauh sebelumnya ia sempat bekerja di luar bisnis keluarga yakni di FedEx USA dan menjabat berbagai posisi dalam bidang analis hingga mencapai team leader.
Devin bukanlah tipe bos yang terima jadi seluruh pekerjaan seluruh bawahannya, ia memilih terjun lebih dalam mengambil posisi paling strategis yakni menjadi otak F&B ID itu sendiri.
Ia sadar betul bahwa Food & Beverage merupakan salah satu pilar strategis dalam Kawan Lama Group yang mesti digarap sungguh-sungguh.
Devin mengambil tanggung jawab besar dalam menyusun dan mengimplementasikan keseluruhan strategi bisnis yang menyeluruh dan berorientasi ke masa depan. Tanggung jawab ini mencakup pengawasan atas performa perusahaan, memastikan bahwa setiap target keuangan dan operasional tercapai dengan efektif dan efisien.
Devin juga memegang peran dalam pengembangan branding dan peningkatan customer experience, menyadari bahwa pengalaman konsumen adalah salah satu faktor utama yang dapat membedakan perusahaannya dari kompetitor.
Baca Juga: Lazada dan Nestlé Hadirkan Pengalaman Belanja Berbasis AI dalam Regional Super Brand Day 2026
Di bawah kepemimpinannya, F&B ID terus berinovasi, tidak hanya dalam hal produk makanan dan minuman yang ditawarkan, tetapi juga dalam menciptakan konsep gerai yang unik dan modern seperti Chatime Atealier, yang dapat memberikan pengalaman baru bagi pelanggan.