Sosok Deddy Sitorus tengah menjadi perhatian masyarakat setelah anggota Komisi II DPR RI itu dikecam keras berbagai aliansi jurnalis lantaran pernyataannya yang  dianggap merendahkan dan menghina wartawan. 

Baca Juga: Peraturan Warisan Paman Anwar Usman Bisa Jadi Celah Hukum Lengserkan Gibran

Deddy menyebut wartawan sebagai ‘rombongan sirkus’ omongan kontroversial itu dilontarkannya kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya saat meliput rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Menteri Dalam Negeri pada Kamis (30/7/2026).

Profil Deddy Sitorus

Laki-laki kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara pada 17 November 1970 dengan nama lengkap Deddy Yevri Hanteru Sitorus merupakan salah satu politisi PDI Perjuangan yang saat ini menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029 mewakili Daerah Pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara).

Ini merupakan kali kedua Deddy merasakan empuknya kursi legislator, pada periode 2019-2024 Deddy melaju ke Senayan sebagai pendatang baru dengan status anggota DPR dengan perolehan suara terbanyak di Dapil Kaltara. Perlu dicatat ketika itu Deddy berhasil mengunci kemenangan dengan perolehan suara sebanyak 34.709. 

Sebelum garis nasib membawanya ke jalur politik hingga menembus kursi Senayan, Deddy dikenal sebagai salah satu aktivis organisasi masyarakat sipil, ia bahkan menjadi salah satu tokoh penting yang mempelopori lahirnya Komunitas Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (KASBI) di era  1990-an.

Pada periode yang sama, Deddy juga tercatat aktif dalam berbagai kegiatan lainnya dirinya menjadi perwakilan Indonesia untuk Friends of the Earth. Selain itu, Deddy dipercaya menjadi Indonesia Representative Asian NGO Coalition on Rural Development and Agrarian Reform (ANGOC), serta mewakili International Council on Social Welfare (ICSW) dan South East Council for Food Security and Fair Trade (SEACON).

Deddy memang pribadi yang gemar berorganisasi, buktinya pada tahun 2000 ia kembali mendirikan Koalisi Anti Utang (KAU).

Di luar kehidupan sebagai aktivis, Deddy juga dikenal sebagai seorang profesional, rekam jejaknya sebagai Senior Program Officer di National Democratic Institute for International Affairs (NDI) (periode 2001-2004) serta Project Manager United Nations Development Programme (UNDP) untuk program Civic Engagement in Democratic Governance  (periode 2006–2009)

menjadi buktinya. 

Tak sampai disitu saja, Deddy juga tercatat sebagai  pendiri dan pimpinan Optima Consulting Network (OCN) Indonesia, sebuah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang strategi bisnis, komunikasi politik, riset, analisis investasi, intelijen bisnis, pemetaan risiko, media monitoring, hingga strategi pengembangan investasi.

Selanjutnya ia menjadi Indonesia Country Representative Exclusive Analysis, perusahaan riset global yang kemudian diakuisisi oleh IHS, serta menjadi peneliti kawasan Asia Tenggara di perusahaan tersebut.

Harus diakui, Deddy bukanlah tipe orang yang senang berada di zona nyaman, petualangan kariernya lumayan panjang dan berkesan. Ia turut mencatat karier gemilang di berbagai korporasi raksasa. 

Perlu diketahui bahwa Deddy pernah menjadi Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast Tbk pada periode 2014-2017, Komisaris Independen PTPN III (Holding) pada 2017–2019, dan Komisaris Independen PT Berkah Multi Cargo, anak usaha Pelindo III, pada periode yang sama.

Deddy juga tercatat pernah menjadi komisaris di PT Takagama.Deddy juga sempat dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Riwayat Pendidikan

Pendidikan sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi  ia tuntaskan di kampung halamannya di  Pematangsiantar, Sumatera Utara. Ia lulus SMA pada 1988. 

Usai dari Negeri 3 Pematangsiantar Deddy melanjutkan  studi Sarjana Pertanian di Universitas Simalungun dan lulus pada 1996 dengan gelar Insinyur (Ir.).

Baca Juga: Dikuliti Habis-habisan Sama Orang Dekatnya Sendiri, Aksi Tipu-tipu Jokowi Dibongkar Tanpa Ampun

Memegang gelar Ir tak bikin Deddy berpuas diri, ia kemudian memilih keluar dari kampung halamannya dan terbang menuju Inggris. Pada 2005-2006, ia menempuh studi di Kingston University, Inggris, dan meraih gelar Master of Arts (MA) dalam bidang Political Communication, Campaigning and Advocacy.

Harta Kekayaan Deddy Sitorus.