Di balik banyak film Indonesia yang sukses mencuri perhatian publik, ada sosok sutradara berbakat yang konsisten menghadirkan karya-karya berkualitas. Salah satunya adalah yakni Teddy Soeriaatmadja. 

Lewat sentuhan kreatifnya di balik layar, Teddy berhasil melahirkan berbagai film populer yang tak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Tak heran jika namanya dikenal sebagai salah satu sutradara Tanah Air yang punya pengaruh besar di industri perfilman Indonesia. 

Berikut Olenka rangkum dari berbagi sumber, Sabtu (23/5/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Teddy Soeriaatmadja.

Baca Juga: Salman Aristo dan Perjalanan Kariernya dari Penulis hingga Sutradara Film

Profil Teddy Soeriaatmadja

Teddy Soeriaatmadja merupakan sutradara kelahiran Kobe, Jepang, pada 7 Februari 1975. Ia adalah putra dari mantan Duta Besar Indonesia untuk Austria, Rhousdy Soeriaatmadja, dan Siti Syarifah.

Ketertarikan Teddy terhadap dunia film ternyata sudah muncul sejak kecil. Bahkan saat masih kuliah, ia sudah mulai menulis naskah film.

Meski begitu, Teddy sempat tidak diperbolehkan mengambil jurusan perfilman. Ia akhirnya memilih menempuh pendidikan di bidang Human Behavior di Newport University, London hingga jenjang S2. 

Dalam kehidupan pribadinya, Teddy Soeriaatmadja pernah menikah dengan aktris Raihaanun pada 17 Maret 2007. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai anak laki-laki bernama Milan Haruna Soeriaatmadja yang lahir pada 16 Januari 2008.

Namun setelah membina rumah tangga selama bertahun-tahun, Teddy dan Raihaanun resmi bercerai pada 2023 setelah gugatan cerai Teddy dikabulkan oleh Pengadilan Agama Tigaraksa pada 15 Juni 2023.

Perjalanan Karier

Setelah menyelesaikan pendidikannya di London, Teddy Soeriaatmadja sempat bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan minuman ringan pada 1996. Namun, profesi tersebut hanya dijalaninya selama sekitar satu tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mengejar passion di dunia film.

Perjalanan Teddy sebagai sineas dimulai lewat film Culik pada 1998. Meski tidak tayang di bioskop Indonesia, film tersebut berhasil menarik perhatian festival film internasional. Dari proyek inilah Teddy mulai dikenal dan dipertemukan dengan sineas ternama seperti Mira Lesmana dan Riri Riza yang kemudian membuka jalannya di industri perfilman Tanah Air.

Baca Juga: Berkenalan dengan Muhadkly Acho, Intip Perjalanan Kariernya dari Komika hingga Sutradara

Setelah itu, Teddy menyutradarai film Banyu Biru yang dibintangi Slamet Rahardjo dan Tora Sudiro. Film tersebut diproduseri oleh Shanty Harmayn. Karier Teddy semakin bersinar lewat film Ruang yang dibintangi Winky Wiryawan, Luna Maya, dan Slamet Rahardjo. 

Berkat film tersebut, Teddy berhasil masuk nominasi Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia 2006 dan meraih penghargaan Best Director di Bali International Film Festival 2006.

Sepanjang kariernya, Teddy dikenal aktif menyutradarai sekaligus menulis skenario berbagai film. Sejumlah karya populernya antara lain Ruang, Badai Pasti Berlalu, Namaku Dick, Ruma Maida, Lovely Man, Something in the Way, About a Woman, Menunggu Pagi, hingga film original Netflix Affliction.

Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek digital seperti serial web Hubungi Agen Gue! dan film original Prime Video Berbalas Kejam yang turut diproduseri oleh Baim Wong. Beberapa karya terbarunya antara lain The Architecture of Love dan Mungkin Kita Perlu Waktu yang kembali menunjukkan konsistensinya di industri perfilman Indonesia.

Baca Juga: Mengintip Profil dan Perjalanan Karier Sutradara Garin Nugroho

Berkat karya-karyanya di dunia perfilman, Teddy Soeriaatmadja berhasil meraih banyak penghargaan bergengsi. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah saat film Affliction memenangkan tiga penghargaan di Festival Film Wartawan Indonesia 2021 untuk kategori Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, dan Film Terbaik Genre Horor.

Film Lovely Man juga membawa Teddy meraih berbagai penghargaan, termasuk Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik di Penghargaan Akademi Film Indonesia 2013. Tak hanya di Indonesia, film tersebut juga mendapat apresiasi di festival film internasional.

Selain itu, Teddy juga beberapa kali masuk nominasi Festival Film Indonesia lewat film Ruang dan Ruma Maida.

Lewat deretan prestasi tersebut, Teddy dikenal sebagai salah satu sutradara Indonesia yang menginspirasi dan konsisten menghadirkan karya berkualitas.