Bukan hanya aktor dan aktris kenamaan, industri film Tanah Air juga melahirkan sosok-sosok berdedikasi dari balik layar. Di antaranya adalah Salman Aristo, penulis skenario sekaligus sutradara yang telah melahirkan banyak karya dan berkontribusi besar dalam perkembangan perfilman Indonesia.

Salman Aristo telah menulis banyak skenario untuk sejumlah sutradara. Mulai dari  Hanung Bramantyo, Riri Riza, hingga Ifa Isfansyah dalam film-film populer seperti Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Sang Penari, hingga Bumi Manusia. Ia juga menjadi sutradara dua omnibus film pendek, Jakarta Hati dan Jakarta Maghrib.

Karya-karya miliknya diakui lewat sejumlah penghargaan yang berhasil didapatkan. Salman pernah mendapatkan Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik pada 2016,  juga memenangkan Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop di Festival Film Bandung pada 2020. 

Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (25/1/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Salman Aristo di balik layar perfilman Tanah Air.

Baca Juga: Profil dan Kiprah Perjalanan Karier Sutradara Kondang Hanung Bramantyo

Profil Salman Aristo

Salman Aristo lahir pada 13 April 1976 di Jakarta. Menukil dari laman IDN Times, ia lahir dengan backgroud keluarga guru. Kakeknya adalah seorang guru, pun dengan sang ibu. Sementara ayah Salman berprofesi sebagai pegawai negeri yang memiliki usaha sampingan menjadi agen koran dan majalah. 

Salman mengaku bahwa imajinasinya sudah mulai terasah sejak usia dini, sekira empat sampai lima tahun. Di usianya yang begitu belia, Aris sudah terobsesi dengan hobi membaca. Bahkan, buku, majalah hingga koran sudah dianggapnya seperti mainan. 

Bukan hanya itu, ia juga sudah tertarik dengan dunia film lantaran sering diajak orang tua pergi ke bioskop untuk menonton film Warkop. 

Sudah mahir membaca sejak belia, membuat Salman memiliki bayangan banyak cerita di kepalanya. Cita-citanya menjadi seorang penulis pun tumbuh seiring berjalannya waktu. Keinginan itu pula yang mengantar Salman memutuskan mengambil jurusan jurnalistik saat menempuh pendidikan di Universitas Padjajaran Bandung.