Perjalanan Karier 

Sejak duduk di bangku kuliah, Boris Bokir sudah aktif mengikuti komunitas Stand Up Indo Bandung di tahun 2011. Saat itu, ia juga sering tampil di beberapa kafe dan kampus di wilayah Bandung.

Boris semakin mengasah kemampuannya dengan mengikuti kompetisi Street Comedy di Kota Depok dan keluar menjadi juara kedua. Tak sampai di situ, ia kemudian mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV dan berhasil lolos sebagai salah satu dari 13 finalis. Sayang, langkahnya harus terhenti di babak tujuh besar.

Meski tak keluar sebagai juara, Boris Bokir justru mampu mempertahankan eksistensinya di panggung hiburan. Selain mengisi banyak acara televisi, Boris juga menunjukkan kemampuannya di dunia akting.

Boris pertama kali menjajal dunia seni peran lewat film berjudul Mengejar Malam Pertama yang tayang pada 2014. Setelahnya, ia mendapat banyak tawaran dan bermain peran di sjeumlah film populer. Di antaranya seperti Toba Dreams (2015), Rudy Habibie (2016), Mau Jadi Apa? (2017), hingga PSP: Gaya Mahasiswa (2019). 

Baca Juga: Mengintip Profil dan Perjalanan Karier Komika Rigen Rakelna

Kiprahnya berlanjut lewat Guru-Guru Gokil (2020) dan Teka-teki Tika (2021). Namanya semakin dikenal setelah membintangi Ngeri-Ngeri Sedap (2022) dan Agak Laen (2024). Tahun 2025, ia kembali hadir dalam Panggil Aku Ayah hingga Agak Laen 2: Menyala Pantiku!

Selain aktif di layar lebar, Boris juga memperluas kariernya melalui berbagai serial televisi. Ia muncul dalam Eyang Mami Van Mounelen pada 2017, disusul perannya sebagai Satria di OB OK (2018), serta tampil sebagai Baron dalam Pesantren Rock n' Dut (2020).

Tak hanya itu, Boris juga merambah dunia serial web. Ia berperan sebagai Dakhvid di New Keluarga Badak (2020), lalu semakin dikenal publik lewat karakter Sudung dalam Susah Sinyal the Series yang tayang pada 2021 hingga 2022.

Keren banget ya!