Perjalanan Karier

Timo Tjahjanto mulai dikenal di industri film Indonesia lewat kolaborasinya bersama Kimo Stamboel. Keduanya merupakan teman semasa kuliah yang kemudian membentuk duo sutradara The Mo Brothers. Sebelum menggarap film panjang, mereka lebih dulu membuat sejumlah film pendek.

Karya-karya The Mo Brothers punya ciri khas tersendiri, mulai dari adegan kekerasan yang intens, nuansa horor mencekam, hingga aksi laga yang menegangkan. Salah satu karya awal mereka adalah film pendek Dara (2007), yang kemudian dikembangkan menjadi film panjang Rumah Dara (2010). Mereka juga menggarap Killers (2014), sebuah film hasil produksi bersama Jepang.

Selain bekerja bersama Kimo, Timo juga aktif menyutradarai film secara mandiri. Beberapa karyanya yang dikenal luas antara lain Sebelum Iblis Menjemput dan The Night Comes for Us (2018), The Big 4 (2022), serta The Shadow Strays (2024).

Kariernya kemudian merambah industri Hollywood. Pada 2025, Timo dipercaya menyutradarai Nobody 2, sekuel film aksi yang dibintangi Bob Odenkirk. Ia juga menggarap The Beekeeper 2 yang dijadwalkan tayang pada 2026.

Di luar penyutradaraan, Timo turut terlibat sebagai penulis skenario dan produser dalam sejumlah film, seperti The ABCs of Death (2012), Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020), dan The Big 4 (2022). Ia juga pernah menjajal akting lewat peran kecil sebagai cameo dalam Quickie Express (2007) dan Pintu Terlarang (2009).

Karya-karya Timo Tjahjanto bersama The Mo Brothers maupun sebagai sutradara tunggal juga mendapat perhatian di berbagai festival film, baik di dalam maupun luar negeri. 

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Teddy Soeriaatmadja, Sutradara di Balik Sejumlah Film Populer

Salah satu pencapaian awalnya datang pada 2007, ketika film pendek Dara memenangkan Audience Choice Award di Festival Film Horor Freak Show. Karya tersebut juga mendapat Audience Award di Festival Film Horor New York City.

Nama Timo kembali diperhitungkan lewat Rumah Dara (2010) yang mendapat nominasi Best of Bucheon di Festival Film Fantasi Internasional Bucheon. Sementara itu, film The ABCs of Death (2012) masuk nominasi Gold Hugo di Festival Film Internasional Chicago. Kolaborasinya bersama Kimo juga membuahkan penghargaan untuk film Killers (2014) di Festival Film Fantaspoa 2016.

Pada 2018, Timo meraih Midnight X-Treme Award di Festival Film Sitges melalui film horor Sebelum Iblis Menjemput. Setahun kemudian, ia mendapat pengakuan di Piala Maya lewat kategori Sutradara Terpilih. Film The Night Comes for Us juga memperoleh Special Mention dalam kategori Film Indonesia di Platform Internasional.

Prestasi Timo berlanjut lewat The Big 4 (2022). Pada Festival Film Indonesia 2023, film tersebut membawanya masuk nominasi Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik bersama Johanna Wattimena.

Terbaru, The Shadow Strays (2024) kembali mengantarkan Timo masuk dalam persaingan penghargaan. Film tersebut tercatat dalam kategori Sutradara Terpuji Film Indonesia di Festival Film Bandung 2025. Namanya juga masuk nominasi Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia 2025.