Aksi seorang pria yang joget di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan bikin geger masyarakat pengguna media sosial  setelah aksinya itu viral, aksi joget itu dikecam keras lantaran yang bersangkutan disebut-sebut menerima insentif Rp6 juta sehari. 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang turut buka suara terkait hal itu, dia mengakui pria tersebut mengelola tujuh dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Namun dari tujuh dapur SPPG itu baru satu yang beroperasi. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Pencemaran Lingkungan dari Limbah MBG?

"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi)," kata Nanik kepada wartawan, dilansir Rabu (25/3/2026).

Nanik menegaskan program MBG bukan ladang bisnis untuk meraup untung, itu adalah program sosial yang sama sekali tak berorientasi pada profit. MBG adalah program sosial yang digagas pemerintah untuk membantu masyarakat dalam hal pemenuhan gizi. Nanik ikut mengutuk keras aksi joget-joget itu. 

"Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak. Bukan kemudian dilakukan seperti itu," tegasnya. 

Nanik melanjutkan, sejauh ini pihaknya telah memberi teguran keras kepada yang bersangkutan. Pihaknya juga bakal melakukan pengawasan ketat pada enam  SPPG milik pria itu masih belum beroperasi.  

"Ini, ini, saya juga nggak tau dia, tapi yang running katanya baru satu. Nanti yang lainnya enam kita awasi," kata Nanik.

"(Alasan di-suspend) Salah layout. Jadi kan ada juknis tuh, layout-nya, misalnya dapur harus seperti ini. Maksudnya harus seperti, kan ada juknisnya. Nah itu salah layout-nya," jelas dia.

Nanik menyayangkan aksi pria tersebut berjoget di dalam dapur MBG tanpa APD hingga ramai jadi perbincangan publik. Dia lantas mengingatkan seluruh pemilik SPPG agar tidak melakukan hal serupa.

Baca Juga: Menkeu Akan Soroti Belanja MBG Jika Harga Minyak Naik

"Saya juga nggak suka juga, dia bikin konten lagi di dalam dapur yang tidak pakai APD, itu kan juga salah. Iyalah untuk pembelajaran yang lain. Nggak usah mitra aneh-aneh," kata Nanik.