Presiden Prabowo Subianto menargetkan untuk memangkas sebanyak 700 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun 2026. Ratusan BUMN dengan keuangan tak sehat dan merugi akan menjadi target penutupan sebagai bagian dari upaya pemerintah merampingkan jumlah BUMN di Indonesia.

Dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Tahun 2026, Prabowo menyebut bahwa pemerintah telah menutup 364 dari 1.074 entitas BUMN per 21 Oktober 2026. Ke depan, penutupan akan dilakukan lebih masif untuk merampingkan jumlah BUMN menjadi hanya kisaran 300 entitas.

Baca Juga: BI Sebut Pemangkasan GWM Jadi 7% Bisa Tambah Likuiditas Perbankan hingga Rp90 Triliun

"Sampai Desember 2026, 700 BUMN akan kita tutup," tegas Prabowo dikutip pada Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa ada sejumlah BUMN yang terus-menerus mencatatkan kerugian dan bahkan memalsukan laporan keuangan. Kinerja BUMN tersebut dinilai tidak efisien sehingga akan ditutup. 

Meski demikian, Prabowo mengklaim bahwa sejumlah perusahaan BUMN juga mampu mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan laba hingga 900%.

"Dalam dua tahun bekerja, kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Ada yang tadinya tidak bisa untung sekarang sudah untung, ada yang untung 900%, 200%, 300%," tambah Prabowo.