Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi berbagai persoalan dalam pelaksanaannya. Prabowo mengakui adanya kekurangan tersebut dan memerintahkan jajarannya untuk tidak ragu memberhentikan pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menegaskan, pembenahan harus dilakukan agar program pemenuhan gizi anak Indonesia tersebut berjalan sesuai tujuan.

"Banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kita akui," kata Prabowo, dikutip Minggu (25/10/2026).

Baca Juga: 7 Nama yang Masuk Radar Kawan atau Lawan Prabowo di 2029

Prabowo juga mengungkapkan sejumlah angka terkait proses pemeriksaan dan penindakan atas dugaan pelanggaran dalam program MBG. Menurutnya, sebanyak 2.600 orang sedang dalam proses pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, terdapat 13 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 203 orang yang diperiksa oleh Kejaksaan Agung. Sementara itu, sebanyak 353 orang disebut telah diberhentikan dengan tidak hormat.

"Dalam proses diperiksa Inspektorat BGN 2.600 orang. Jangan ragu-ragu ya, pecat, bersihkan sampai bersih ya. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita," tegasnya.

Baca Juga: Masih Tunggu Momentum yang Pas, Jokowi Bakal Serang Prabowo Secara Terbuka, MBG Akan Dikuliti Habis-habisan!

Prabowo menilai, persoalan dalam pelaksanaan MBG tidak bisa dianggap sepele. Program tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak, sehingga pengelolaannya perlu diawasi dan setiap pelanggaran harus ditindak.

Instruksi untuk melakukan pembenahan itu menjadi sorotan karena MBG merupakan program prioritas pemerintah. Pelaksanaan program dalam skala besar membutuhkan pengawasan ketat agar distribusi makanan dan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

Dalam sidang kabinet yang sama, Prabowo turut memaparkan sejumlah capaian pemerintah di bidang lain. Ia menyebut sebanyak 10.000 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi dan sekitar 440.000 rumah telah mengikuti program bedah rumah.

Di sektor infrastruktur, pemerintah disebut telah menangani hampir 5.000 jembatan dalam satu tahun kerja. Infrastruktur tersebut diklaim menghubungkan lebih dari 12.000 desa.

Baca Juga: Pinta DPR di Momen 2 Tahun Prabowo-Gibran: Evaluasi MBG!

Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menganggarkan pembangunan atau pengembangan 66 rumah sakit daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit disebut telah selesai dibangun.

Meski memaparkan berbagai capaian tersebut, Prabowo menegaskan bahwa kekurangan dalam pelaksanaan program MBG harus segera dibenahi. Ia meminta jajarannya membersihkan pelanggaran agar program yang ditujukan untuk mendukung gizi dan masa depan anak Indonesia dapat berjalan sebagaimana mestinya.