Presiden Prabowo Subianto disebut ingin mendorong realisasi proyek Kampung Haji sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, usai mengikuti pembahasan terkait evaluasi penyelenggaraan haji 2026 bersama Presiden dan DPR.

Baca Juga: Mengintip Rute Penerbangan Jamaah Haji di Tengah Perang Iran-AS dan Israel

Menurut Gus Irfan, gagasan pembangunan Kampung Haji kembali menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Presiden, kata dia, memberikan perhatian terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji.

"Tadi sempat disinggung sedikit oleh beliau, tetapi yang jelas beliau ingin Kampung Haji sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada jemaah sekaligus untuk menekan biaya haji," ujar Gus Irfan pada Kamis (18/06/2026).

Ia menjelaskan, arah kebijakan yang diinginkan Presiden cukup jelas, yakni menghadirkan sistem pelayanan yang lebih baik bagi jemaah Indonesia melalui pengembangan fasilitas yang terintegrasi. Selain meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan, proyek tersebut diharapkan dapat menciptakan efisiensi yang berdampak pada penurunan biaya haji.

Meski demikian, pemerintah belum memaparkan secara rinci bentuk, lokasi, maupun tahapan implementasi proyek Kampung Haji tersebut. Pembahasan masih berada pada level gagasan dan arah kebijakan yang akan dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah.

Baca Juga: Tentang Ibadah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah

Wacana pembangunan Kampung Haji sendiri muncul di tengah upaya pemerintah mencari berbagai strategi untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Sejumlah tantangan masih dihadapi setiap tahun, mulai dari fluktuasi nilai tukar mata uang, kenaikan harga avtur, hingga meningkatnya biaya layanan yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

Oleh karena itu, pemerintah terus mengkaji berbagai langkah untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus mengendalikan biaya yang harus ditanggung jemaah. Salah satu opsi yang dinilai dapat mendukung tujuan tersebut adalah pembangunan Kampung Haji yang terintegrasi dengan kebutuhan layanan jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Dengan jumlah jemaah haji Indonesia yang menjadi salah satu terbesar di dunia, proyek Kampung Haji dinilai berpotensi menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan layanan yang lebih optimal bagi masyarakat.