Presiden Prabowo Subianto kembali membawa kabar optimistis soal masa depan Indonesia. Di hadapan warga Nahdlatul Ulama (NU), Prabowo bahkan meminta masyarakat percaya bahwa Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan bangkit menjadi negara yang kuat dan sulit dibendung.
Namun, optimisme tersebut datang di tengah berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan harga dan daya beli masyarakat, hingga janji swasembada energi yang masih harus dibuktikan.
Dalam sambutannya pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, Prabowo memaparkan sejumlah program strategis yang menurutnya menjadi tanda Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian.
“Kita sudah swasembada pangan, dan sebentar lagi kita akan swasembada energi. Insyaallah kita tidak, dalam waktu yang tidak lama, kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari manapun,” kata Prabowo.
Baca Juga: Mikrofon Prabowo Digeser Teddy Saat Bahas Karhutla, Said Didu: Gol Bunuh Diri Istana
Tak hanya soal pangan dan energi, Prabowo juga membanggakan perkembangan program MBG. Menurut dia, puluhan ribu dapur umum telah dibangun dan program tersebut kini telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat.
Prabowo mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi tantangan dan kekurangan. Namun, ia memastikan pemerintah akan terus memperbaikinya agar manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia,” ujarnya.
Janji besar juga disampaikan Prabowo terkait penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah tengah mendorong pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi di tingkat desa.
Prabowo juga menegaskan barang-barang yang mendapatkan subsidi harus benar-benar sampai kepada masyarakat dengan harga subsidi. Ia memastikan barang tersebut tidak boleh justru menjadi komoditas perdagangan yang membuat rakyat membayar lebih mahal.
“Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya harga subsidi. Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan, dan tidak akan diperdagangkan,” tegasnya.
Baca Juga: Ikuti Arahan Prabowo, BSI Siap Buka Rekening untuk Warga yang Belum Punya: Free Admin Bank
Berbagai janji tersebut menjadi bagian dari optimisme Prabowo mengenai arah Indonesia beberapa tahun ke depan. Ia menyebut Indonesia memang menghadapi tantangan besar, mulai dari ancaman El Nino hingga kondisi geografis sebagai negara kepulauan.
Namun, menurut Prabowo, Indonesia memiliki modal yang jauh lebih besar berupa sumber daya alam dan potensi energi.
“Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita,” ucapnya.
Pernyataan tersebut tentu menjadi optimisme tersendiri. Tetapi tantangannya adalah bagaimana memastikan janji dan target tersebut benar-benar terasa dalam kehidupan masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya bukan hanya seberapa banyak program yang diumumkan, tetapi seberapa nyata manfaatnya diterima rakyat.
Prabowo juga kembali menyinggung upaya pemberantasan korupsi dan penghematan anggaran. Ia mengklaim langkah efisiensi pemerintah telah menghasilkan penghematan hingga ratusan triliun rupiah.
“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat, uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” tandasnya.
Kini, tantangannya tinggal satu: membuktikan semua optimisme tersebut. Sebab, bagi masyarakat, kebangkitan Indonesia bukan sekadar soal janji bahwa beberapa tahun lagi negara akan menjadi kuat. Yang lebih penting adalah apakah perubahan itu benar-benar terasa di meja makan, dompet, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari mereka.